Kondisi Keluarga Pak Ali Saat Ditemukan Tewas Dalam Tenda di Temanggung

Kondisi Keluarga Pak Ali Saat Ditemukan Tewas Dalam Tenda di Temanggung

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 29 Mei 2026 08:42 WIB
Pemakaman sekeluarga yang ditemukan tewas saat kamping di Temanggung. Pemakaman dilakukan di Banyubiru, Semarang, Kamis (28/5/2026).
Pemakaman sekeluarga yang ditemukan tewas saat kamping di Temanggung. Pemakaman dilakukan di Banyubiru, Semarang, Kamis (28/5/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Solo -

Sekeluarga yang terdiri dari empat orang ditemukan meninggal saat kamping di tempat wisata di wilayah Kledung, Kabupaten Temanggung. Begini kondisinya saat pertama kali ditemukan di dalam tenda kamping.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Artanto, mengatakan empat orang itu ialah. Muhammad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Alvino Evan Hakim (16), dan Bagas Amar Hakiki (21). Mereka warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Artanto menjelaskan, sekeluarga yang mengendarai satu unit mobil Honda Jazz RS itu tiba di lokasi kamping pada Selasa (26/5) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awal mula kejadian yaitu pada Hari Selasa tanggal 26 Mei 2026 sekira pukul 21.05 WIB datang satu rombongan yang terdiri dari empat orang yang mengendarai satu unit Honda Jazz RS GK 5 warna putih dengan nopol H 1609 PT," kata Artanto dalam pesan tertulis yang diterima detikJateng, Kamis (28/5/2026).

ADVERTISEMENT

Sekeluarga itu tiba di tenda pukul 21.30 WIB. Keesokan harinya, Rabu (27/5) sekitar pukul 09.00 WIB, dari keluarga tersebut tidak merespons kedatangan petugas yang mengantar sarapan.

"Kemudian keesokan harinya sekira pukul 09.00 WIB, saksi 2 mengantarkan makan pagi sambil mengatakan 'sarapannya, Pak'. Namun, tidak ada jawaban dari dalam tenda," ujar Artanto.

Pada pukul 11.30 WIB, saksi tersebut kembali mendatangi tenda kamping itu untuk membersihkan lokasi.

"Sekira pukul 11.30 WIB, saksi 2 datang kembali ke tenda untuk melakukan bersih-bersih karena sudah mendekati waktu check out dan menyapa dari luar. Namun tidak ada jawaban," ucap Artanto.

Sorenya, Rabu (27/5) pukul 15.45 WIB, saksi lain mendatangi lokasi dan membuka tenda.

"Setelah dibuka, saksi 1 melihat empat orang yang berada di dalam tenda tersebut dalam keadaan meninggal dunia," ungkap Artanto.

Kemudian saksi 1 memberitahu kru lainnya dan mengecek kembali ke dalam tenda tersebut untuk memastikan kondisi sekeluarga tersebut.

"Dan ternyata benar, empat orang yang berada di dalam tenda tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia," kata Artanto.

Saat melakukan pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan kondisi tenda yang ditempati para korban masih rapi. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Adapun tangan keempat korban dalam kondisi menggenggam.

Sekeluarga itu diduga meninggal akibat keracunan dengan ciri-ciri mulut berbusa dan hipotermia.

"Dugaan awal disebabkan keracunan berdasarkan info awal dari tim medis dengan ciri ciri mulut berbusa dan juga hipotermia," pungkas Artanto.



(dil/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads