Dusun Krajan di Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara selalu menarik perhatian ketika Idul Adha. Hal itu karena daging kurban yang selalu melimpah setiap tahunnya.
Kurban di Dusun Krajan sudah seperti tradisi warga di sana selama puluhan tahun. Ratusan hewan kurban disembelih di sana setiap Idul Adha.
Diprediksi Kambing Tambah Banyak
Sekretaris Panitia Kurban Krajan, Fauzi Santoso. Santoso mengatakan, pihaknya masih belum menghitung jumlah hewan kurban yang terkumpul. Namun diprediksi jumlahnya bertambah terutama untuk kambing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum ada (data hewan kurban) yang masuk. (Diprediksi) banyak yang tadinya kurban lembu, tahun ini pindah ke kambing," jelas Fauzi saat dihubungi detikJateng, Senin (25/5/2026).
Berdasarkan tahun kemarin jumlah kambing yang dikurbankan mencapai ratusan ekor. Sementara jumlah kurban sapi mencapai puluhan ekor.
"Kalau tahun kemarin kan kambingnya 280, lembunya itu 64," sebutnya.
Santoso optimistis jumlah daging kurban tahun ini setidaknya menyamai tahun 2025. Adapun daging kurban di Batur pada 2025 mencapai 25 ton.
"Kalau tahun kemarin sekitar 25 ton. (Diprediksi tahun ini jumlah daging kurban setidaknya sama dengan tahun kemarin?) Iya, insyaallah," sebutnya.
Sementara itu, untuk persiapan kurban pada 2026 di Banjar, panitia telah menentukan tempat pengumpulan daging. Adapun proses penyembelihan hewan dilakukan di masing-masing musala hingga lapangan.
"Nanti tempat pengumpulan dagingnya di gedung Muhammadiyah. (Penyembelihan hewan kurban) Di masing-masing musala, masjid, di lapangan ada," tegasnya.
Siapkan 8.000 Kupon
Meski belum mengetahui jumlah pasti hewan kurban yang disembelih, Fauzi mengatakan disiapkan setidaknya 8.000 kupon pengambilan daging kurban. Jumlah itu merujuk dari data tahun 2025.
"Kalau kupon kita bisa belum bisa menentukan. Tapi kalau panduannya seperti tahun kemarin, kita buat sekitar 8.000," sebutnya.
Sementara ini, dia mengatakan, jumlah kupon yang ada berdasarkan jumlah warga di Kajan. Ada sekitar 1.300 kepala keluarga (KK) dengan kira-kira hampir mencapai 6.000 jiwa di dusun tersebut.
"Kalau di sini kuponnya yang beredar mengikuti jumlah KK, sekitar 1.300-an. Kalau jiwanya hampir 6.000," katanya.
Permintaan dari Luar Daerah
Fauzi menjelaskan, ada permintaan datang dari Wonosobo, namun masih belum diketahui pasti berapa jumlahnya. Secara khusus, pihaknya tidak membuka permintaan daging dari luar Banjarnegara.
"Yang permintaan dari luar sudah 1 bulan yang lalu. Kita sih nggak buka sebenarnya. Tapi ya yang minta, kalau yang lewat khususnya Banjar dan Wonosobo, lewat satu pintu, LazisMu. Yang lain proposal (permintaan daging kurban) langsung masuk ke panitia." kata Fauzi.
"Yang sudah dapat kupon nanti mengambil (daging kurban) sendiri di gedung (Muhammadiyah)," jelas Fauzi.
Tradisi Puluhan Tahun
Fauzi menyebut berkurban saat Idul Adha memang sudah menjadi tradisi di Desa Batur, Banjarnegara. Bahkan, masih ada dokumentasi kegiatan berkurban di desa itu pada tahun 1959 silam.
"Sejak saya masih kecil memang seperti itu, sudah banyak sohibul kurban. Jadi kalau pengin lihat dokumentasi terkait dengan korban di tempatnya Pak Ketua (panitia), Pak Ahmad Hidayat. Di sana lengkap (dokumentasi) kegiatan kurban. Dari awal yang kita temukan difoto itu di sekitar tahun sekitar '59," jelas Fauzi.
Dia mengatakan, tradisi tersebut sudah turun temurun di desanya. Generasinya kini tinggal melanjutkan dakwah agar warga berkurban.
"Kita paling dakwah kalau misalkan ada orang-orang yang mampu dakwahnya cuma bilang, 'njenengan bisa cicil motor, bisa beli mobil, masa kurban nggak?'," katanya.
Sedangkan kepanitiaan kurban dibentuk pada 2011. Berdasarkan data yang diterima detikJateng, jumlah hewan maupun daging kurban sejak 2011-2025 di Batur cenderung meningkat, begitu pula dengan shohibul kurban atau orang yang berkurban.
"Sebetulnya kami kan di kepanitiaan mulai tahun 2011. Mulai tahun 2011 untuk data lengkap, untuk pembukaan dari dari jumlah shohibul kurban, jumlah lembu, dan lain sebagainya ada sampai tahun kemarin 2025," sebutnya.
Dari catatan tahun 2011-2025, hewan kurban terbanyak yaitu pada tahun 2024 dengan jumlah 74 ekor sapi dan 292 ekor kambing. Jumlah daging yang sudah dikemas dengan berat masing-masing 2,5 kg mencapai 9.200 bungkus.
