2 Kubu Keraton Solo Gelar Grebeg Besar Terpisah

2 Kubu Keraton Solo Gelar Grebeg Besar Terpisah

Tara Wahyu NV - detikJateng
Senin, 25 Mei 2026 20:32 WIB
Grebeg Besar Keraton Solo dikirab dari Keraton menuju Masjid Agung Solo, Kamis (29/6/2023).
Grebeg Besa Keraton Solo. Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Dua kubu di Keraton Solo akan menggelar Grebeg Besar pada hari raya Idul Adha secara terpisah. Pihak Paku Buwono (PB) XIV Purbaya digelar pada hari Rabu (27/5). Sedangkan dari pihak Paku Buwono XIV Mangkubumi menggelar Grebeg Besar pada hari Kamis (28/5).

"Keraton Surakarta Hadiningrat akan menyelenggarakan Upacara Adat Grebeg Besar Dal 1959 pada Kamis Kliwon, 28 Mei 2026 pukul 09.00 WIB di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat," kata Ketua Lembaga Dewan Adat, GRAy Koes Moertiyah melalui keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Senin (25/5/2026).

Gusti Moeng, sapaannya itu menjelaskan bahwa pelaksanaan Grebeg Besar sengaja digelar pada hari kedua setelah Idul Adha versi pemerintah (Bakda kedua). Menurut Gusti Moeng, tradisi waktu pelaksanaan ini sudah berjalan turun-temurun sejak masa pemerintahan Paku Buwono XII.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang sejak Sinuhun Pakubuwono XII, pelaksanaan dipilih pada hari kedua agar sentana dan abdi dalem pada hari pertama dapat bersama keluarganya," terangnya.

Sementara itu, Paku Buwono XIV Mangkubumi, melalui Gusti Moeng mengajak seluruh sentana dalem, abdi dalem, dan masyarakat luas untuk menjadikan momentum Grebeg Besar ini sebagai sarana memperkuat rasa syukur dan persatuan.

ADVERTISEMENT

PB XIV Mangkubumi menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar seremoni budaya biasa, melainkan bentuk syiar spiritual sekaligus sedekah Karaton kepada rakyatnya.

"Grebeg Besar bukan sekadar seremoni budaya, melainkan bagian dari syiar spiritual, sedekah Karaton kepada rakyat, serta simbol eratnya hubungan antara Karaton Surakarta dengan masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan prosesi Grebeg Besar Dal 1959 nanti, Keraton Solo akan mengarak sepasang gunungan beserta perlengkapan lainnya. Kirab akan berjalan dari Karaton menuju Masjid Agung Solo dengan dikawal ketat oleh prajurit Karaton, sentana dalem, dan abdi dalem.

"Dua gunungan utama yang dikirab memiliki filosofi tersendiri. Untuk Gunungan Jaler (Laki-laki) berisi hasil bumi mentah sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran. Gunungan Estri (Perempuan) berisi makanan kering siap saji sebagai simbol kelimpahan rezeki," terangnya.

Setibanya di Masjid Agung Solo, kedua gunungan akan didoakan terlebih dahulu oleh pemuka agama Karaton. Usai doa bersama, Gunungan Jaler akan langsung diperebutkan oleh masyarakat di halaman masjid. Sedangkan Gunungan Estri akan dibawa kembali ke Kori Kamandungan untuk diperebutkan di halaman Karaton.

"Selain kirab Grebeg Besar, Karaton Surakarta juga akan melaksanakan ritual jamasan atau pembersihan pusaka-pusaka sakral Karaton sehari sebelum prosesi berlangsung. Beberapa pusaka yang dijamasi antara lain Meriam Nyai Setomi dan Songsong Kyai Brawijaya," jelasnya.

Selain itu, Grebeg Besar tahun ini juga menyuguhkan aksi sosial. Pihak Karaton bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surakarta untuk menggelar layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

"Pelayanan kesehatan gratis tersebut akan berlangsung di Pagelaran Karaton Surakarta mulai pukul 08.30 WIB," sebut Gusti Moeng.

PB XIV Purbaya Gelar Grebeg 27 Mei

Sebelumnya, pihak Paku Buwono XIV Purbaya bakal menggelar Grebeg Besar pada tahun ini. Meskipun, KGPH Panambahan Agung Tedjowulan sudah mewanti-wanti agar Grebeg Besar dilaksanakan sekali.

Pengangeng Sasana Wilapa versi PB XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay mengatakan Grebeg Besar bakal dilaksanakan pada hari H Idul Adha atau tanggal 27 Mei 2026. Rangkaian acara Grebeg Besar sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Ya kalau kegiatannya kan sudah seperti biasa nggih, kalau di Keraton Grebeg Idul Adha itu seperti biasa gunungan, kemudian dibawa ke Masjid Besar, didoakan baru kemudian dibagikan. Nah, hanya ini kan kebetulan yang mengadakan pertama kali diadakan pada masa takhtanya Paku Buwono XIV, Grebeg digelar pada tanggal 27 Mei nanti," kata Rumbay ditemui di Kori Talang Paten, Keraton Solo, Selasa (19/5).

Disinggung mengenai pemilihan tanggal, Rumbay menyebut sudah sesuai perhitungan penanggalan Jawa dan Keraton. Ia mengatakan pemilihan tanggal tersebut tidak ada kaitannya dengan gelaran Grebeg Besar yang akan digelar oleh Tedjowulan.

"Oh, Gusti Tedjo mau buat," ucap Rumbay.

"Gini, tadi kan sudah diatur, sudah dijelaskan oleh Gusti Dipo bahwa acara-acara Grebeg, Gunungan, Suro, itu adalah acara yang cara keraton yang itu adalah perintah Raja. Dhawuh Dalem kan begitu tadi ngendika-nya, perintah, apa mau ya, acara dhawuh Dalem. Nah, dhawuh Dalem-nya itu dari Raja. Makanya saya malah bingung, kalau Gusti Tejo bikin itu terus rajane sapa (siapa)? Kan Gusti Tejo bukan Raja," sambung Rumbay.




(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads