2 Nenek Dikeroyok Lebah Hutan di Karangnongko Klaten hingga Opname

2 Nenek Dikeroyok Lebah Hutan di Karangnongko Klaten hingga Opname

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Senin, 25 Mei 2026 09:16 WIB
Lebah hutan yang diamankan TRC BPBD Klaten dari TKP.
Lebah hutan yang diamankan TRC BPBD Klaten dari TKP. Foto: Dok. BPBD Klaten
Klaten -

Dua nenek warga Dukuh Tukung, Desa Blimbing, Karangnongko, Klaten, diserang kawanan lebah hutan hingga opname di rumah sakit.

Peristiwa itu terjadi di ladang saat kedua korban hendak mencari rumput pada Minggu (24/5) pagi. Kedua korban bernama Seneng (81) dan Jumilah (65).

"Kejadian kemarin pagi kisaran jam 10.00 WIB di ladang Bu Seneng," kata Kepala Desa Blimbing, Yosep Ngatijo, saat dihubungi detikJateng, Senin (26/5/2026) pagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ngatijo mengatakan, awalnya korban hendak ke ladang mencari rumput tetapi diserang kawanan lebah. Korban Jumilah yang mengetahui hal itu pun berusaha menolong.

ADVERTISEMENT

"Ibu Jumilah sedianya mau menolong, malah kena sengatan lebih banyak. Menurut cerita dari korban, tawon itu lebih dari 50 ekor," ujar dia.

Menurut Ngatijo, hampir sekujur tubuh korban kena sengatan. Keduanya lalu dirawat di PKU Muhammadiyah Jatinom sejak kemarin hingga pagi ini.

"Kemarin sore saya besuk masih pusing. Tadi malam dari pihak BPBD, kapolsek, dan relawan datang ke lokasi untuk mencari sarangnya. Tapi hasilnya belum dapat info," kata Ngatijo.

Supervisor Pusdalops BPBD Klaten, Indiarto, menambahkan keterangan bahwa berdasarkan hasil asesmen, kejadian bermula saat kedua korban pergi ke tegalan untuk mencari rumput. Ketika melewati area ladang, Bu Seneng tersengat lebah. Kemudian Bu Jumilah berusaha menolong.

"Menolong malah tersengat juga. Info dari warga, berjenis Apis Dorsata atau lebah hutan. Kemudian (korban) berteriak minta tolong warga," kata Indiarto.

Indiarto menambahkan, kedua korban dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Jatinom. Dia bilang sarang lebah itu informasinya sudah diambil madunya oleh warga setempat, tapi hal itu tidak dikabarkan ke warga lain.

"Sebelumnya sudah diambil madunya oleh warga setempat tapi tidak diinformasikan," pungkasnya.



(dil/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads