Kisah Nyai Ageng Maloka Rela Serahkan Keraton Lasem untuk Dakwah Islam

Kisah Nyai Ageng Maloka Rela Serahkan Keraton Lasem untuk Dakwah Islam

Mukhammad Fadlil - detikJateng
Minggu, 24 Mei 2026 07:05 WIB
Suasana di Kompleks Makam Nyai Ageng Maloka di Caruban, Gedongmulyo, Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).
Suasana di Kompleks Makam Nyai Ageng Maloka di Caruban, Gedongmulyo, Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). (Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng)
Rembang -

Nama Nyai Ageng Maloka menjadi salah satu sosok penting dalam sejarah perkembangan Islam di pesisir utara Jawa. Putri Sunan Ampel itu dikenal bukan hanya sebagai bangsawan, tetapi juga perempuan yang pernah memimpin Kadipaten Lasem.

Nyai Ageng Maloka merupakan istri Adipati Lasem, Adipati Wiranegara. Setelah sang suami wafat pada 1479 Masehi, tampuk pemerintahan Lasem kemudian dilanjutkan olehnya.

Masa kepemimpinannya memang tidak berlangsung lama. Namun, ada keputusan besar yang diambil Nyai Ageng Maloka saat itu, yakni memindahkan pusat pemerintahan dari wilayah Bonang atau Alas Kemuning menuju Cologowok, Desa Soditan, yang kini berada tak jauh dari lokasi Masjid Jami' Lasem.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wilayah Bonang sendiri kini dikenal sebagai kawasan Pasujudan dan Pesarehan Sunan Bonang.

Pemerhati Sejarah dari Padepokan Sambua Lasem Abdullah Hamid menyebut, perpindahan pusat kadipaten dilakukan demi efektivitas pemerintahan. Selain itu, Nyai Ageng Maloka ingin lebih dekat dengan keluarga besar suaminya yang banyak tinggal di kawasan Cologowok.

ADVERTISEMENT

"Beliau ingin pemerintahan lebih efektif sekaligus dekat dengan kerabat suaminya agar bersama-sama membangun Lasem," ujar Abdullah kepada detikJateng hari ini.

Suasana di Kompleks Makam Nyai Ageng Maloka di Caruban, Gedongmulyo, Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).Suasana di Kompleks Makam Nyai Ageng Maloka di Caruban, Gedongmulyo, Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng

Meski pusat pemerintahan dipindahkan ke Cologowok, Nyai Ageng Maloka memilih tinggal di kawasan Caruban, Desa Gedongmulyo, Lasem. Di tempat itu, ia membangun taman perdamaian bernama Taman Sitaresmi.

detikJateng berkesempatan menziarahi makam Nyai Ageng Maloka di Dusun Caruban, Desa Gedongmulyo, Lasem. Lokasinya berdekatan dengan pondok pesantren Alfrustasiyah.

Pilihan tinggal di Caruban bukan tanpa alasan. Kawasan itu berada dekat dengan Pelabuhan Kairingan Lasem yang pada masa itu menjadi salah satu pelabuhan terbesar di pesisir utara Jawa dan pusat perdagangan internasional.

Di kawasan tersebut juga tinggal tokoh pelaut atau Dampu Awang bernama Santi Puspa yang memiliki hubungan keluarga dengan Adipati Wiranegara. Kedekatan itu membuat koordinasi pengelolaan pelabuhan menjadi lebih mudah.

"Caruban dan Pelabuhan Kairingan kan dekat. Saat itu pelabuhan sangat ramai dan menjadi pusat ekonomi. Nyai Ageng Maloka tinggal di sana (Caruban) untuk memudahkan koordinasi memantau pelabuhan bersama Santi Puspa," jelasnya.

Tak hanya dikenal sebagai pemimpin pemerintahan, Nyai Ageng Maloka juga dikenang karena dukungannya terhadap penyebaran Islam. Bekas keraton di Bonang bahkan diserahkan kepada adiknya, Sunan Bonang, untuk pusat dakwah dan pendidikan Islam pada saat itu.

Langkah itu diambil karena mengingat jumlah santri Sunan Bonang terus bertambah dan membutuhkan tempat lebih luas.

"Keraton itu kemudian digunakan untuk pengembangan syiar Islam. Itu menjadi pengorbanan besar Nyai Ageng Maloka demi perkembangan Islam," kata pegiat sejarah Lasem, Abdullah.

Selain membantu dakwah Sunan Bonang, Nyai Ageng Maloka juga aktif mengajarkan Islam kepada kaum perempuan. Sejumlah putri para wali, termasuk putri Sunan Kudus dan Sunan Muria, disebut pernah berguru kepadanya.

Hingga kini, makam Nyai Ageng Maloka di kawasan Caruban, Lasem, masih ramai diziarahi masyarakat. Sosoknya dikenang sebagai perempuan pemimpin yang ikut membangun pemerintahan sekaligus menyebarkan Islam di tanah Lasem.



(aku/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads