Kota Solo bersiap menyambut kedatangan puluhan Biksu yang tengah melakukan perjalanan spiritual atau thudong menuju Candi Borobudur. Berbeda dari tahun lalu yang melewati jalur Pantai Utara (Pantura), pada tahun ini para biksu memilih rute melintasi Kota Bengawan.
Juru Bicara Panitia Waisak Kota Solo, Pandita Mettasiri Sutrisno, mengatakan rombongan Biksu Thudong dijadwalkan tiba di Solo pada Sabtu, (23/5) sore. Berbagai prosesi sakral dan budaya telah disiapkan untuk menyambut kehadiran mereka, mulai dari basuh kaki hingga kirab budaya bersama Wali Kota.
"Betul, baru pertama kali (lewat Solo). Biasanya memang lewat Pantura, tapi tahun ini lewat sini," ujarnya saat dihubungi awak media, Jumat (22/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutrisno menjelaskan bahwa perubahan rute ini didasari oleh banyaknya permintaan dari umat Buddha di jalur selatan. Ia mengatakan perjalanan spiritual ini sendiri sudah dimulai sejak 7 Mei lalu dari Pulau Bali, melintasi Jawa Timur, Sragen, dan diprediksi masuk ke Solo pada akhir pekan ini.
"Awalnya kan dimulai tanggal 7 Mei sudah mulai dari Bali toh sebetulnya. Dari Bali kemudian nanti diperkirakan tanggal 23 itu sampai sini lewat Jawa Timur, seperti itu prosesnya. Saat ini baru sampai Ngawi," ucapnya.
Dirinya mengatakan, Biksu Thudong rencana tiba di Vihara Dhamma Sundara, Pucangsawit, Jebres pada Sabtu (23/5) sore. Tiba di Vihara, kaki para Biksu akan dibasuh dan dilanjutkan dengan prosesi puja.
"Lalu para biksu bertolak ke Pura Mangkunegaran untuk bertemu dan menerima ucapan selamat datang langsung KGPAA Mangkunegara X," terangnya.
Setelah dari Pura Mangkunegaran, Biksu Thudong akan bergeser ke Rumah Dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung. Selanjutnya, akan dilanjutkan dengan mengikuti kirab Waisak ke Balai Kota Solo.
"Kirab dimulai dari Loji Gandrung menuju Balai Kota Solo. Di Balai Kota, para biksu akan mengikuti prosesi sakral memandikan Rupang (patung) Siddhartha Gautama," terangnya.
Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa total ada 59 orang dalam rombongan kali ini, yang terdiri dari 55 Biksu Thudong, 2 Bhante (biksu) dalam negeri, dan 2 Samanera.
"Biksu Thudong-nya itu 55, tapi nanti ada Bhante yang dari dalam negeri itu 2, kemudian ada Samanera 2," bebernya.
Sedangkan pada hari Minggu (24/5) rangkaian kegiatan keagamaan akan dimulai sejak pagi hari sebelum para biksu melanjutkan perjalanannya.
"Jam 06.30 WIB nanti makan pagi, kemudian jam 07.00 tepat ada acara Sanghadana. Sanghadana itu para umat mempersembahkan dana kepada para biksu," jelas Sutrisno.
Dalam prosesi ini, para biksu akan berjalan kaki dari Vihara Dhamma Sundara menuju Balai Kota Solo untuk menerima dana makanan dari masyarakat umum.
"Kira-kira jam 09.00-an WIB nanti baru acara pelepasan resmi dari Balai Kota oleh Pak Wali," ucapnya.
Usai dilepas secara resmi dari Balai Kota Solo, rombongan Biksu Thudong akan melanjutkan perjalanan long march menuju Candi Borobudur melalui Kabupaten Klaten. Untuk memastikan kelancaran jalan kaki para biksu, pihak keamanan akan melakukan pengawalan ketat, terutama di jalur-jalur utama yang padat kendaraan.
"Nanti rutenya melintasi Jalan Slamet Riyadi dengan pengawalan ketat menuju underpass Purwosari, kemudian mengambil arah kiri. Melintasi Jalan Raya Solo-Yogyakarta (jalur utama) melewati Pos Kartasura. Melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Klaten dan dijadwalkan berhenti di Vihara Bodhivamsa, Klaten. Setelah dari Klaten, perjalanan para Biksu Thudong ini akan diteruskan menuju Yogyakarta, Muntilan, Magelang, hingga akhirnya tiba di titik akhir perayaan Waisak di Candi Borobudur," pungkasnya.
(afn/apu)
