Posko ambulans Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan kantor Bupati Pati didatangi sekelompok orang tidak dikenal dan membuat onar. Kejadian ini pun ramai di media sosial.
Untuk diketahui, AMPB kembali membuka posko di depan kantor Bupati Pati sejak Kamis (21/5) malam. Mereka menyoroti soal wacana tarif pajak untuk pelaku UMKM yang memiliki omzet di atas Rp 6 juta.
Saat posko itu baru didirikan, sejumlah orang tidak dikenal mendatangi posko tersebut. Kejadian ini pun ramai di sejumlah media sosial, seperti diunggah di akun Facebook Patinews.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada unggahan itu terlihat sekelompok orang mendatangi posko. Orang tidak dikenal itu tampak marah-marah. Namun tidak sampai terjadi aksi fisik, karena massa AMPB memilih pulang.
"Teguh AMPB ditekani sejumlah pemuda nek alun2 Pati, diamuk pokoke dan diduga mabuk," tulis keterangan pada unggahan itu seperti dilihat detikJateng, Jumat (22/5/2026).
Dimintai konfirmasi, Perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Teguh Istiyanto membenarkan bahwa posko yang baru didirikan di depan kantor Bupati Pati itu didatangi sekelompok orang tidak dikenal pada pukul 03.00 WIB tadi.
Teguh mengatakan posko ini untuk menyoroti wacana tarif pajak bagi pelaku UMKM di Pati yang omzetnya di atas Rp 6 juta. Teguh mengatakan posko itu akan dipertahankan sampai pemerintah membatalkan rencana tarif pajak UMKM itu.
"Waktu itu sekitar jam 03.00 WIB kita mau pulang, dan mereka tiba-tiba datang. Jadi alangkah baiknya kalau datang sore atau malam jangan pagi-pagi saat kita pulang," kata Teguh saat ditemui wartawan di Pati.
"Jadi kalau ada beda pendapat dan mau diskusi ya nanti malam sekitar jam 8 kita ngobrol santai kita diskusi santai," lanjut dia.
Teguh mengatakan sekelompok orang tak dikenal itu tiba-tiba datang sambil marah dan berteriak di posko.
"Mereka tiba-tiba datang, karena mereka datang dan kami mau pulang, kita tidak fokus ya kita langsung tinggal pulang," ujar Teguh.
"Ngomong nggak terima, terus sampah, jangan mengatasnamakan warga, cuman saya curiga ini orang tidak baik. Kalau mau mengajak diskusi ya malam lah, sore atau malam, jangan pas dini hari," kata dia
Menurut Teguh, ada 6 orang tidak dikenal yang datang dan membuat onar. Namun hanya dua orang di antaranya yang berteriak dan marah-marah di posko. Pihak AMPB memilih meninggalkan mereka.
"Ada 6 orang, yang marah-marah 2 orang. Tidak ada yang kenal. Indikasi mabuk, nggak perlu kami tanggapi," ucap dia.
Kapolsek Pati Iptu Heru Purnomo membenarkan adanya kabar sekelompok orang tidak dikenal membuat onar dini hari tadi. Menurutnya polisi masih melakukan penelusuran untuk melakukan klarifikasi.
"Iya benar dini hari tadi, kita akan lakukan klarifikasi," kata Heru saat dimintai konfirmasi, hari ini.
Pati Godok Aturan Pajak UMKM
Terpisah, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra mengatakan bahwa pemerintah tengah menyusun raperda tentang pemungutan pajak UMKM. Menurutnya wacana pajak ini semula untuk omzet Rp 3 juta, diubah menjadi omzet Rp 6 juta yang baru kena pajak.
"Tentunya pajak UMKM baru kita menentukan batas untuk UMKM itu Rp 6 juta," kata Risma
Rencana kebijakan soal pajak ini baru dibahas di DPRD Pati.
"Kita bandingkan daerah lain seperti Rembang Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta, Kudus Rp 4 juta, dan Pati termasuk yang paling tinggi batasnya untuk mereka tidak kena pajak," ujar dia.
