Beras Bantuan Dijual Online, Pemkab Klaten Turun Tangan

Beras Bantuan Dijual Online, Pemkab Klaten Turun Tangan

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Rabu, 20 Mei 2026 15:03 WIB
Postingan beras bantuan pangan dijual di ISK.
Postingan beras bantuan pangan dijual di ISK. Foto: Dok. Tangkapan layar beras bantuan diperjualbelikan di FB
Klaten -

Beras program bantuan pangan tahun 2026 dari pemerintah di wilayah Klaten diperjualbelikan. Bahkan praktik jual beli beras medium itu terang-terangan dilakukan di media sosial.

Praktik jual beli tersebut sempat diunggah di salah satu akun Facebook Klaten, ISK. Pada postingan itu disertai foto tumpukan sekitar enam karung plastik.

Di karung tersebut padahal tertulis jelas bantuan pangan 10 kilogram dan tidak boleh diperjualbelikan. "Monggo dijual beras murah mulai 9000," tulisan kalimat dalam postingan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan di postingan tersebut dituliskan lokasi di Kecamatan Bayat. Selain itu disertakan nomor ponsel yang bisa dihubungi.

Seorang warga, Totok mengaku merasa prihatin dengan postingan jualan beras bantuan tersebut. Sebab bisa memicu kecemburuan di masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Ya bisa memicu kecemburuan karena belum tentu orang lain dapat. Ini kok diposting padahal jelas ditulis tidak untuk diperjualbelikan," katanya kepada detikJateng, Rabu (20/5/2026) siang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pemkab Klaten, Iwan Kurniawan menyatakan sudah mencermati postingan tersebut. Dinas akan berkoordinasi dengan petugas di wilayah.

"Saya koordinasikan ke wilayah dan bidang terkait dulu. Akan ada evaluasi terkait hal itu," jelas Iwan.

"Minggu lalu kita sudah undang semua instansi terkait dan kecamatan membahas terkait hal tersebut. Beras bantuan pemerintah tidak boleh diperjualbelikan," imbuh Iwan.

Terpisah, Kabid Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Klaten, Tri Praptama menyampaikan di Klaten ada 184.655 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan disalurkan dua bulan sekaligus.

"Per KPM mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan dan penyaluran 2 bulan sekaligus secara bertahap sudah mulai bulan April kemarin. Jadi yang diterima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk 2 bulan," jelas Tri kepada detikJateng.

Bantuan pangan itu, lanjut Tri, diperuntukkan guna membantu masyarakat agar meringankan beban khususnya pangan. Sosialisasi berjenjang sudah dilakukan aturannya.

"Kami mensosialisasikan berjenjang melalui kecamatan untuk menghimbau warga penerima agar tidak diperjualbelikan. Bila kedapatan ada yang menjual, untuk tahap selanjutnya akan dipertimbangkan untuk tidak menerima bantuan," sambung Tri.

detikJateng mencoba menelusuri praktik itu di daerah lain dan ternyata ada fenomena serupa. Beberapa warga yang ramai membahas beras bantuan juga menyatakan beras ada yang dijual setelah diterima.

"Pada dijual, ada yang cuma sekarung Rp 80.000. Mbok sini saya belinya Rp 90.000 saya mau juga," ungkap seorang warga di sebuah warung angkringan di Kecamatan Delanggu.




(alg/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads