Atap SDN 2 Mlilir Grobogan yang Ambrol Dibangun Tahun 2020

Atap SDN 2 Mlilir Grobogan yang Ambrol Dibangun Tahun 2020

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Senin, 18 Mei 2026 16:35 WIB
Ruang kepala sekolah di SDN 2 Mlilir, Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, porak poranda usai atap ambrol.
Ruang kepala sekolah di SDN 2 Mlilir, Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, porak poranda usai atap ambrol. Foto: Dok Polres Grobogan
Grobogan -

Atap ruang kelas 6 dan kepala sekolah SD Negeri 2 Mlilir, Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan ambrol pada Sabtu (16/5) malam. Rupanya, ruangan tersebut dibangun sekitar tahun 2020.

"Yang jelas itu bangunan waktu pandemi. (Tahun 2020?) Ya sekitar itu lah," kata Kepala SDN 2 Mlilir, Suliman, saat dihubungi detikJateng, Senin (18/5/2026).

Suliman menyebut kayu penyangga atap sudah lapuk dimakan rayap. Sehingga saat hujan deras terjadi pada Sabtu lalu, atap dua ruangan yang terletak bersebelahan tersebut ambrol karena tak mampu menahan air hujan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya yang jelas itu karena untuk balungannya, atau katakan kuda-kuda, atau yang lain itu sudah lapuk kemakan rayap," jelas Suliman.

"Berhubung kemarin itu malam Minggu kan hujan deras sama gluduk, itu kemungkinan untuk menahan air hujan deras itu kemungkinan itu tidak mampu, dan akhirnya kayu yang lapuk tadi ambrol itu," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Suliman menuturkan atap di ruangannya sudah ambrol total. Sementara di ruang kelas 6, atap yang ambrol mencapai 90 persen.

"Di ruang kepala sekolah itu sudah tidak ada yang di atas, semuanya sudah turun ambrol semua. Tapi untuk yang kelas 6 itu sudah 90% kerusakannya karena masih ditopang adanya plafon yang terbuat dari baja ringan itu," terang Suliman.

Sejumlah peralatan elektronik di ruang kepala sekolah dan alat peraga di ruang kelas 6 mengalami kerusakan akibat atap ambrol. Aktivitas belajar siswa juga kini dialihkan ke ruang rebana.

"Yang kena itu monitor dua, terus sama layar monitor yang untuk LCD, sama mesin Indihome, sama mesin CCTV itu di ruang kepala sekolah. Ruang kelas 6 itu alat peraga seperti globe dan yang lain-lain (mengalami kerusakan)," ungkap Suliman.

"(Akibat kejadian ini aktivitas) kepala sekolah itu ngumpul jadi satu dengan guru dan untuk siswa sementara dialihkan di ruang rebana," imbuhnya.

Suliman menyampaikan kejadian ini mengganggu aktivitas belajar siswa. Ia berharap segera ada tindak lanjut dari pihak terkait.

"Untuk harapan ke depan segera ditindaklanjuti dari dinas terkait, supaya untuk kegiatan belajar mengajar itu menjadi lancar. Itu harapan ke depan dari sekolahan seperti itu," jelasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Gubug, AKP Anang Heriyanto mengatakan tidak terdapat korban dalam peristiwa tersebut. Namun kegiatan belajar para siswa kelas 6 terpaksa dipindah ke ruang rebana.

"Untuk kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, kegiatan belajar mengajar ditempatkan di ruang rebana," pungkas Anang.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads