Hujan Deras Bikin Jalan di Ngaliyan Ambrol

Hujan Deras Bikin Jalan di Ngaliyan Ambrol

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Jumat, 15 Mei 2026 23:18 WIB
Kondisi jalan di tepi Sungai Silandak, Gang Sriyatno 02, RT 2 RW 4, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang ambrol usai hujan deras, Jumat (15/5/2026).
Kondisi jalan di tepi Sungai Silandak, Gang Sriyatno 02, RT 2 RW 4, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang ambrol usai hujan deras, Jumat (15/5/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Semarang -

Hujan deras yang melanda wilayah Ngaliyan, Kota Semarang sore tadi menyebabkan ujung jalan buntu di Gang Sriyatno 02, RT 2 RW 4, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang ambrol.

Pantauan detikJateng di lokasi, ujung jalan buntu yang ambrol itu berbatasan langsung dengan Sungai Silandak. Jalan aspal juga tampak tergerus sepanjang lebih dari lima meter.

Terdapat rumah warga di dekat jalan yang ambrol, sehingga kondisinya cukup mengkhawatirkan. Selain itu, akses salah satu rumah yang tepat berada di depannya juga cukup terganggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga setempat, Supriyanto (49) mengatakan sebelum jalan itu ambrol ke sungai, terdapat sebuah pos yang berdiri di atas jalan. Selain itu, ujung jalan yang berbatasan dengan sungai juga terdapat beton paku bumi.

"(Sebelum ambrol) ini cuma jalan, ada pos, ada beton buat paku bumi, jebol juga," kata Supriyanto saat ditemui di lokasi, Jumat (15/5/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Supriyanto, hujan deras tadi diiringi dengan suara petir yang keras. Ia yang sedang memasak kemudian menyelamatkan gerobak yang berada di ujung jalan karena derasnya air dari arah atas.

"Saya lagi masak, nah itu petir kan besar-besar, lah saya takut. Nah, takut langsung kan saya keluar. Wah, keluar sudah besar sekali (aliran airnya). Nah saya menyelamatkan gerobak di sini biar enggak keli (hanyut)," ujar Supriyanto.

Selain banjir bandang dari arah atas, Supriyanto menuturkan, air Sungai Silandak juga sempat meluap. Ketinggian banjir di jalan sempat mencapai lutut.

"(Ada air) dari sana (atas). Lah ini kan (di sungai) sudah penuh semua air. Tingginya segini, selutut lah," tutur Supriyanto.

Saat jalan itu ambrol, Supriyanto sudah berada di dalam rumah kontrakannya. Ia juga menuturkan banjir yang terjadi di wilayah itu termasuk yang terparah.

"(Saat kejadian) enggak dengar (ada suara ambrolan). Langsung masuk rumah (setelah menyelamatkan gerobak), (pas keluar) sudah seperti ini," ungkap Supriyanto.

"Ini (banjir) yang paling besar. Ini seperti (banjir) 2010. 2010 kan juga besar ya, ini persis," imbuhnya.

Supriyanto berharap ada uluran tangan dari pemerintah untuk membantu memperbaiki kondisi jalan tersebut seperti semula.

"Perlu dibantu langsung biar dibangun lagi seperti semula," pungkasnya.

Ketua RT 2, Heri Supriyanto (49) mengatakan setidaknya ada tujuh rumah di gang tersebut.

"(Totalnya di gang ini ada) tujuh rumah," terang Heri.




(alg/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads