Seorang bapak di Boyolali ditemukan tewas terkubur di dalam rumahnya. Belum diketahui pasti penyebab kematian korban, namun diduga dibunuh. Kasus itu kini masih dalam penyelidikan Polres Boyolali.
"Ya, betul ada kejadian itu. Saat ini masih proses pendalaman dari pihak Polsek maupun Polres," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, dikonfirmasi detikJateng, Kamis (14/5/2026).
Korban bernama Pariman, warga Dukuh Pereng, Desa Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. Saat ini jenazah korban masih diautopsi untuk mengetahui pasti penyebab kematiannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Indrawan, peristiwa itu diketahui Rabu (13/5) sekitar pukul 21.00 WIB. Korban ditemukan terkubur di dalam rumahnya di bagian dapur.
Hal itu bermula saat para tetangga merasa heran korban tidak pernah kelihatan. Selama ini korban tinggal bersama kedua anaknya.
Salah satu tetangga kemudian berinisiatif menghubungi anak korban lainnya yang selama ini tinggal di luar kota.
"Kronologisnya itu anak dari korban yang nomor 3 itu diinformasikan sama tetangganya bahwa bapaknya itu tidak terlihat selama berapa hari. Kemudian setelah di cross check anaknya datang dari Pati, ternyata setelah dicari-cari di luar tidak ketemu," jelas Indrawan.
"Kemudian dicari di dalam, ada gundukan tanah di daerah belakang atau di pawon (dapur) belakang rumah. Setelah digali dikit-dikit, muncul salah satu anggota badan," sambungnya.
Menemukan hal tersebut, anak korban bersama perangkat desa setempat, Kepala Dusun, melapor ke Polsek Andong. Lalu diteruskan ke Polres Boyolali. Petugas pun langsung mendatangi lokasi kejadian.
Gundukan tanah digali dan menemukan jenazah korban. Setelah berhasil diangkat dari dalam kubur, jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.
Ditegaskan Indrawan, kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan. Pihaknya masih mengumpulkan barang bukti, dan keterangan saksi-saksi. Pihak juga masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.
"Sampai saat ini kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak Kepolisian. Kami masih fokus terhadap penangan jenazah," tandasnya.
(ahr/ahr)
