Peternak Sapari (41), sebelumnya tak membayangkan sapi jenis simental seberat 1,53 ton dibeli Presiden Prabowo Subianto. Nantinya sapi tersebut bakal dikirim menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang.
Sapari yang tinggal di Dusun Plutungan, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Tempat tinggal persis berada di lereng Gunung Merbabu-Merapi.
Sapi jenis simental itu dulunya dibeli dari Pasar Hewan Jelok, Cepogo, Kabupaten Boyolali. Ia sudah memelihara sapi tersebut kurang lebih selama 17 bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dulunya beli sapi sekitar usia 2 tahun. Saya beli di Pasar Jelok Boyolali dengan harga Rp 42,6 juta. Terus saya dipelihara selama 17 bulan sampai sekarang. Itu sekarang, Alhamdulillah sudah di berat 1 ton 53 kilo," kata Sapari saat dihubungi detikJateng, Rabu (14/5/2026).
"Itu sapinya saya beri nama Batu Aji. Itu kan saya (tinggal) di lereng Merbabu-Merapi. Terus itu sapi itu kan hobi saya. Setelah sapi itu masuk saya suka banget mudah dirawat. Terus, Alhamdulillah dari masuk kandang sampai sekarang sehat banget," sambungnya.
"Jenis sapinya simental. Warnane merah-merah kuning ya, merah kuning. Perawatannya satu harinya itu, saya combor dua kali. Setelah dicombor dikasih rumput sama kasih singkong sedikit. Tapi, singkong itu ya nggak pasti, yang pasti itu saya combor pakai ampas tahu sama konsentrat, bekatul. Itu dua kali berturut-turut tiap hari," kata Sapari yang beternak sapi sejak 2011.
Jika cuaca cerah terkadang sapi tersebut dimandikan. Kemudian, pada sore hari diberi comboran lagi. Untuk saat ini, sapi tersebut telah berusia lebih dari 2 tahunan.
Sapi simental diberi nama Batu Aji dari Dusun Plutungan, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang yang dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban. Foto: Dok Sapari |
"Sampai sekarang berarti ya 3 tahunan setengah usianya. Kan sudah powel tiga pasang itu. Kalau rata-rata kan sapi dari umur pedetan sampai P1 itu di usia sekitar 2 tahun," bebernya.
"Itu dibeli sama dinas Rp 126 juta. Cuman, saya kepotong pajak Rp 1,9 juta. Kemarin kan saya dipanggil di kantor dinas, yang dipanggil itu sebenarnya Pak Slamet (orang Dukun). Ya istilahnya saya sama Pak Slamet itu sudah hampir kayak keluarga," tambahnya.
Sapari pun tahu jika sapi yang dipelihara tersebut dibeli Presiden Prabowo Subianto. Pihaknya pun mengaku senang sekali.
"Kami sekeluarga ya senang, merasa senang bahagia sekali. Sampai-sampai kok ini sekarang sapinya laku yang membeli Pak Presiden lewat teman-teman dinas yang mengantarkan," bebernya.
Nantinya sapi tersebut bakal dikirim menuju MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang di Sawitan, Mungkid. Untuk pengiriman sendiri akan dilakukan pada, Rabu (27/5).
"Sudah ada keputusan deal, terus saya dituntut merawat kesehatan sapinya sampai hari H dan plus pengiriman. Jadi di harga segitu kan itu saya disuruh ngirim ke penyerahan di masjid sawitan tanggal 27," ujar dia.
Dihubungi terpisah, Kepala Dispeterikan Kabupaten Magelang, Joni Indarto mengatakan sudah melakukan pengecekan dan pemeriksaan kesehatan sapi milik Sapari itu. Hasilnya, sapi sehat dan layak dijadikan hewan kurban presiden.
"Sapi sehat dan sudah deal. Pemiliknya sudah diundang oleh provinsi untuk penyelesain administrasi pada Rabu (13/5)," kata Joni.
(ahr/ahr)

