Dishub Duga Truk Terguling di SPBU Silayur Semarang Faktor Human Error

Dishub Duga Truk Terguling di SPBU Silayur Semarang Faktor Human Error

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Rabu, 13 Mei 2026 12:17 WIB
Evakuasi truk terguling di SPBU 55.501.44 Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (13/5/2026).
Evakuasi truk terguling di SPBU 55.501.44 Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (13/5/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Satu unit truk boks muatan barang bernomor polisi AE-8434-BA terguling di SPBU 55.501.44 Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang pagi ini. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menduga kecelakaan terjadi karena sopir tak memahami medan.

"Kendaraan sendiri didapati bahwa terakhir uji KIR itu di tahun 2025. (Masih berlaku?) Nggak, KIR-nya sudah tidak berlaku," kata Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, saat ditemui di SPBU 55.501.44 Silayur, Rabu (13/5/2026).

Danang menjelaskan, pengemudi truk tidak mengenal medan. Sebab, sopir truk telat mengoper gigi mesin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengakuan si sopir atau pengemudi bahwa saat melalui tanjakan ini dia telat oper. Saat diperiksa rekan-rekan sendiri setelah laka itu juga masih di masuk di gigi dua," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

"Nah, jadi prinsipnya bahwa pengemudi ini tidak mengenal medan. Dimungkinkan (kecelakaan terjadi) memang karena faktor human error tadi," lanjutnya.

Danang menyebut truk tersebut bermuatan sandal dan kopi kemasan. Adapun total muatannya seberat sekitar 5 ton dengan kapasitas muatan 4.100 kg.

"Kemudian tadi hasil pemeriksaan lapangan itu didapati bahwa muatannya itu sandal, kemudian ada kopi saset. Untuk kapasitas kendaraan sendiri ee 4.100 (kg) atau 4 ton lebih. Kemudian untuk penghitungan barang-barang itu diperkirakan ya sekitar kurang lebih 5 ton," sebutnya.

Pantauan detikJateng di lokasi, truk tersebut rampung dievakuasi menggunakan truk derek. Sementara itu tumpahan diduga oli atau solar di SPBU dibersihkan dengan cara disemprot air.

Diberitakan sebelumnya, sopir truk, Muhammad Yasin, menuturkan truknya mulai menanjak di Silayur dengan gigi dua. Namun saat hendak mencapai ujung tanjakan, truk tidak sanggup menanjak lalu berjalan mundur.

"Masuk gigi dua mulai bawah gigi dua terus lancar, terus saya nyampek mau ke pucuk, mau ke pucuk sendiri, sudah nggak kuat. Mau tak oper ke gigi satu, sudah keduluan melorot, nggak ngatasi," tutur Yasin.

Yasin mengaku pasrah saat truknya sudah meluncur mundur, karena ia juga merasakan truk tersebut tidak bisa direm.

"Iya mundur itu terus nabrak ini, sudah pasrah saya. Nggak bisa diapa-apakan, nggak bisa direm," ungkap Yasin.

Yasin menyebut truknya meluncur mundur cukup jauh. Dilihat melalui aplikasi Google Maps, diperkirakan jarak dari ujung tanjakan Silayur sampai ke SPBU sekitar 500 meter.

"(Jaraknya) sini sana panjang e, wong saya turunnya sampe nggak berhenti-berhenti itu. Sampai sepeda motor menghindari-menghindari biar nggak ketabrak saya. Sampai saya diliat (diteriaki) 'we we we' gitu-gitu sama sepeda motor, ya untung nggak ada mobil," ucap Yasin.

Menurut Yasin, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Ia membawa muatan seberat sekitar lima ton itu dari Surabaya ke Semarang.

"Tadi sekitar 04.30 WIB, pas subuh itu. Muatan ke, dari Surabaya kirim ke ini Semarang sini, iya kawasan," kata Yasin.

Yasin menyampaikan rem truknya kurang pakem. Hal itu dia rasakan sejak awal berangkat dari Surabaya.

"Iya (dari awal perjalanan terasa) trouble ya remnya kurang pakem, iya terasa remnya kurang," pungkas Yasin.

Petugas SPBU, Nayni menuturkan, berdasarkan pemeriksaan CCTV, peristiwa itu terjadi pukul 04.31 WIB. Menurutnya, truk datang dari arah atas kemudian masuk ke area SPBU dan terguling.

"(Kejadian) jam 04.31 WIB, (lihat dari) CCTV. (Truknya) dari atas terus ke sini," ujar Nayni.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads