Tersiram Bensin Saat Bermain Api, Tubuh Bocah di Batang Terbakar

Tersiram Bensin Saat Bermain Api, Tubuh Bocah di Batang Terbakar

Robby Bernardi - detikJateng
Selasa, 12 Mei 2026 19:18 WIB
Ilustrasi Fokus Polisi Terbakar (Luthfy Syahban/detikcom)
Ilustrasi. Foto: (Luthfy Syahban/detikcom)
Batang -

Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun di Batang, mengalami luka bakar serius setelah diduga tersiram bensin saat bermain api bersama teman-temannya. Saat ini korban masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kalisari Batang.

Korban diketahui RZA (8) warga Kelurahan Proyonanggan Selatan , Batang. Peristiwa tersebut sedianya terjadi pada Minggu (10/5) sekitar pukul 09.00 WIB, di belakang rumah warga di Dukuh Legok Sari, Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang.

Lurah Proyonanggan, Fariz Mukti, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan sementara, kejadian tersebut terjadi ada beberapa versi ceritanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anak-anak awalnya bermain, kemudian ada ide membakar sampah," ungkapnya.

Fariz menyampaikan, seorang anak berinisial N (14), memiliki ide untuk membakar sampah di lokasi tersebut. Namun, api yang dinyalakan tidak kunjung membesar. Kemudian, dirinya mengambil bensin diambil dari motor dengan selang dan ditampung dalam gelas plastik.

ADVERTISEMENT
Ayah korban.Ayah korban. Foto: Robby Bernardi/detikJateng

Bensin yang sudah dimasukkan ke dalam gelas atau wadah plastik kemudian digunakan untuk menyiram sampah yang hendak dibakar. Namun saat proses pembakaran berlangsung, api diduga menyambar wadah berisi bensin yang dipegang pelaku.

"Saat proses itu, ada yang sambil merokok sehingga api menyambar dan pelaku kaget lalu melempar wadah bensin yang mengenai korban," ungkapnya.

Dalam kondisi panik, wadah tersebut dilempar ke arah belakang dan mengenai korban yang sedang duduk tidak jauh dari lokasi.

Masih menurut Fariz, keluarga korban menduga peristiwa tersebut bukan murni kecelakaan, melainkan ada unsur kesengajaan. Dugaan itu muncul karena pelaku disebut kerap melakukan perundungan terhadap korban sebelumnya.

"Sementara versi korban, pelaku sengaja nyiram dan bakar karena diduga selama ini memang sering membully," katanya kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).

Akbat kejadian itu, korban mengalami luka bakar serius pada bagian wajah, dada, dan perut hingga harus menjalani perawatan medis di RSUD Kalisari Batang.

Keluarga Korban Lapor Polisi

Pihaknya sedianya telah berupaya melakukan mediasi antara kedua keluarga. Namun, keluarga korban memilih untuk melanjutkan kasus ini ke ranah hukum dengan melaporkannya ke Polres Batang.

"Korban mengalami luka parah. Kedua keluarga sudah kita upayakan mediasi, namun pihak korban memutuskan melapor ke Polres," tambah Fariz.

Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Batang pada Minggu sore (10/05) sekitar pukul 16.18 WIB.

Penjelasan Polisi

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Batang, Albertus Sudaryono, Selasa (12/5) saat dikonfirmasi hal itu, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut, pihak kepolisian masih dalam tahap penyelidikan awal dengan meminta keterangan sejumlah saksi.

"Korban dan terduga pelaku sama-sama masih anak-anak, sehingga penanganannya perlu dilakukan secara khusus. Saat ini korban masih dalam perawatan, sehingga belum bisa dimintai keterangan," jelasnya.

Hingga kini, polisi belum memanggil terduga pelaku dan masih fokus mengumpulkan informasi dari para saksi untuk mengungkap secara jelas kronologi kejadian.

Korban saat ini masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Kalisari Batang. Direktur RSUD Kalisari Batang, dr Ani Rusdiyani, Selasa (12/05) mengungkapkan korban mengalami luka bakar 35 persen.

"Itu kemarin luka bakarnya grade 2, infonya grade 2, 35% ya. Kondisinya sudah membaik," ucapnya.

Keluarga Korban

Ayah korban, Sucipto (49), mengungkapkan saat kejadian dirinya justru mengetahui dari pihak rumah sakit. Saat kejadian dirinya masih bekerja sebagai satpam di kompleks perumahan di Batang.

"Nek (kalau) kejadiannya saya enggak tahu, asalnya pas lagi kerja. Saya dikabari jam 10 pagi dari rumah sakit, dikabarin anak. Saya lagi kerja. Langsung kaget, langsung ke rumah sakit," ungkapnya.

Dengan peristiwa yang telah menimpa anaknya, pihaknya minta tanggung jawab, berupa kompensasi, karena anaknya akibat luka bakar itu, dikatakannya akan cacat.

"Ya, mintanya tanggungjawablah sepenuhnya sampai sehat dan ada uang kompensasi buat masa depan anak. Masalahnya bakalnya kan cacat itu. Mungkin cacat, asalnya wajahnya sudah berubah sih," ucapnya.

Pihak keluarga, menurut Sucipto, hari itu juga langsung laporan ke polisi, meskipun bukan dirinya yang melapor.

"Sudah lapor (polisi). Hari kejadian itu ada yang lapor, bukan saya yang lapor tapi dari keluarga saya. Malamnya saya dimintai keterangan," ucapnya.

Sucipto kemudian menceritakan sosok anaknya yang diakuinya sejak kecil penuh perjuangan .

"Sosok anaknya pendiam, asalnya (tubuhnya) paling kecil sekali gitu. Ibaratnya gimana ya, badannya kecil, dulunya dia itu bayi yang lahirnya prematur," ungkapnya.

Anaknya diakui justru dekat dengan neneknya, karena sejak kecil ikut neneknya usai ditinggal ibunya meninggal.

"Dekat dengan simbahnya (neneknya). Karena sejak umur 40 hari ditinggal ibunya (meninggal), langsung sama simbahnya," ungkapnya.

Korban merupakan anak keempatnya. Semua ketiga Kakaknya lelaki semua.

"Yang pertama sudah menikah, yang kedua belum, yang ketiga masih SMK," tambah Sucipto.

Halaman 2 dari 2
(apl/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads