Pemerintah Kepulauan Canary menolak rencana kedatangan kapal pesiar MV Hondius di wilayahnya menyusul dugaan kasus hantavirus yang ditemukan di atas kapal tersebut. Penolakan itu disampaikan langsung oleh Presiden Kepulauan Canary, Fernando Clavijo.
Dikutip detikHealth dari laman Time, kapal itu sebelumnya dilaporkan membawa sejumlah penumpang yang diduga terpapar virus yang ditularkan melalui hewan pengerat. Dari delapan kasus suspek yang muncul, tiga di antaranya telah dipastikan positif lewat pemeriksaan laboratorium.
Keputusan Clavijo itu berbeda dengan sikap pemerintah pusat Spanyol. Kementerian Kesehatan Spanyol sebelumnya menyatakan kapal tetap diizinkan bersandar agar para penumpang dan awak mendapatkan pemeriksaan medis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Spanyol memiliki kewajiban moral dan hukum untuk membantu orang-orang ini, di antaranya juga terdapat beberapa warga negara Spanyol," ungkap pernyataan tersebut.
"Awak kapal dan penumpang akan diperiksa, dirawat dan dipindahkan ke negara masing-masing dengan benar," imbuhnya.
Namun, Clavijo menilai keputusan tersebut tidak sesuai dengan hasil pembahasan teknis yang sebelumnya dilakukan otoritas kesehatan setempat. Dalam wawancara dengan radio COPE Spanyol, ia mengatakan Kepulauan Canary sejak awal tidak menyetujui kapal tersebut merapat.
Menurutnya, prosedur yang disepakati adalah melakukan evakuasi terhadap pasien yang terindikasi terinfeksi hantavirus menggunakan ambulans udara. Sementara penumpang lainnya tetap berada di kapal untuk kemudian dipulangkan ke Belanda sebagai negara asal pelayaran.
"Saya tidak bisa mengizinkannya masuk ke Kepulauan Canary," katanya.
Operator kapal, Oceanwide Expeditions, menyebut jadwal pelayaran MV Hondius setelah singgah di Cape Verde sebenarnya tetap menuju Kepulauan Canary. Pada Rabu (6/5), tiga penumpang yang diduga terinfeksi telah dievakuasi di Cape Verde dan diterbangkan ke Belanda guna menjalani perawatan medis lebih lanjut.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan bahwa risiko kesehatan masyarakat secara umum masih tergolong rendah.
Clavijo sendiri mempertanyakan alasan pemeriksaan kesehatan harus dilakukan di Kepulauan Canary, padahal proses serupa dinilai bisa dilakukan langsung di Cape Verde.
"Mengapa harus membuat para penumpang ini melakukan perjalanan tiga hari ke Kepulauan Canary untuk melakukan hal yang sama di sini yang dapat mereka lakukan di Cape Verde," kata Clavijo.
Perselisihan itu membuat Clavijo meminta pertemuan darurat dengan Perdana Menteri Spanyol, Pedro SΓ‘nchez.
"Saya tidak akan secara membabi buta membahayakan keselamatan Kepulauan Canary dengan pemerintah yang tidak bertindak loyal," ungkap Clavijo.
(alg/afn)
