Sarang tawon Vespa Affinis ukuran jumbo dievakuasi relawan di Dukuh Purnan, Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes, Klaten tengah malam tadi. Sarang dievakuasi karena penghuninya berkeliaran meresahkan warga sekitar.
"Kita dapat laporan RT RW, kita evakuasi sampai selesai tadi malam sekitar pukul 23.30 WIB," ungkap koordinator relawan Damai Modal Mikir (Damkir) Klaten, Tara Kus Setiawan kepada detikJateng, Kamis (7/5/2026) pagi.
Diceritakan Kus Setiawan, laporan keberadaan sarang tawon tersebut diterima Rabu (6/5) siang dari RT dan RW setempat. Namun eksekusi dilakukan malam hari untuk keamanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lakukan evakuasi mulai pukul 22.00 WIB. Lokasi sarang cukup sulit," terang Kus.
Sarang tawon, sebut Kus, berada di pohon dengan ketinggian 15 meter. Kondisi tawon yang jumlahnya cukup banyak sudah berkeliaran.
"Tawon sudah meresahkan warga banyak yang berkeliaran di area rumah warga jadi sangat berbahaya. Metode eksekusi kita naik pohon," lanjut Kus Setiawan.
Agar tidak menyerang, jelas Kus, tawon terlebih dahulu dibius agar tidak berhamburan keluar. Sarang kemudian diturunkan dalam keadaan sebagai tawon mati.
"Dibius dulu tawonnya di atas pohon baru di turunkan dalam keadaan tawon mati jadi aman saat eksekusi. Kita menggunakan peralatan dengan SOP keamanan untuk eksekusi seperti set harnes dan alat potong," papar Kus.
Kus menambahkan sarang akhirnya bisa dievakuasi aman untuk relawan dan masyarakat. Panjang sarang tawon itu nampak seukuran manusia dan setelah diukur panjangnya mencapai 1,8 meter dengan lebar 1 meter.
"Sarang tawon berukuran kurang lebih 1 meter dengan tinggi sarang sekitar 1,8 meter dan berisi ribuan indukan tawon. Himbauan kepada masyarakat agar selalu memperhatikan lingkungan sekitar dan apa bila di lingkungan masyarakat ada tawon vespa affinis segera melapor ke damkar atau pun relawan rescue agar lingkungan terkondisikan karena sengatan tawon vespa sudah banyak korban meninggal khususnya di Klaten," imbuh Kus.
Secara musim, sebut Kus, sebenarnya bulan Mei belum masuk musim kembang biak. Tetapi karena faktor cuaca kondisi berubah.
"Tetapi musim hujan yang berkepanjangan membuat tawon vespa berkembang biak secara tidak teratur. Masyarakat bisa lapor ke kami juga di WA 085293376799 (tidak di pungut biaya)," pungkas Kus.
Ketua RW 09 Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes, Joko Sriyanto mengatakan sarang bisa dievakuasi tadi malam. Sarang di pohon mahoni di kebun warga.
"Di pohon mahoni di kebun warga. Ukurannya mungkin sekitar 1,25 meter," jelas Joko kepada detikJateng.
(afn/alg)
