Permainan kartu adalah salah satu cara menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama orang terdekat ketika senggang, sehingga tidak heran bila permainan ini banyak diminati oleh banyak masyarakat Indonesia. Salah satu contoh permainan kartu yang populer adalah kartu remi.
Kartu remi dimainkan oleh berbagai kalangan masyarakat dengan jumlah pemain lebih dari dua orang. Permainan remi akan dimenangkan oleh pemain yang memiliki nilai paling besar, oleh karena itu dalam permainan ini semua pemain berlomba-lomba mendapatkan nilai sebesar-besarnya.
Kartu remi merupakan sekumpulan kartu yang berisi beberapa simbol dengan angka. Oleh karena itu, penting untuk memahami nilai dari masing-masing kartu sebelum memainkan permainan kartu remi. Berikut penjelasan tentang kartu remi yang dilansir dari laman Brittanica dan makalah ilmiah Strategi Greedy pada Permainan Kartu Remi oleh Aria Bachrul Ulum Berlian dari laman Institut Teknologi Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengertian Kartu Remi
Kartu remi atau dalam bahasa Inggris adalah playing card merupakan salah satu jenis dari permainan kartu yang mengandalkan taktik dan keberuntungan. Satu set kartu remi dapat digunakan untuk beberapa jenis permainan.
Satu set kartu remi terdiri dari 52 jenis kartu dan 2 atau 4 joker, di mana berisi dari 4 jenis simbol yang dikenal sekop atau spade (hitam), hati atau heart (merah), keriting atau club (hitam), dan wajik atau diamond (merah).
Masing-masing simbol terbagi lagi menjadi kartu yang terdiri dari angka 2 hingga 10, jack (J), queen (Q), king (K), as (A). Seluruh kartu terbagi menjadi dua warna yaitu merah dan hitam mengikuti simbolnya, termasuk joker.
Sejarah Kartu Remi
Kartu remi pertama kali muncul di Eropa, diperkirakan di Italia atau Spanyol. Pada zaman itu, permainan ini merupakan barang mewah, karena kartu digambar dan dilukis manual menggunakan tangan.
Pada abad ke-15, kartu remi mulai menyebar di sepanjang jalur perdagangan Eropa sebagai permainan kartu favorit kaum borjuis atau masyarakat kelas atas. Namun, seiring berjalannya waktu permainan kartu remi mulai menyebar dan populer di seluruh kalangan.
Hal tersebut dimulai dengan penemuan balok kayu oleh orang Jerman, sehingga membantu mengurangi biaya produksi kartu remi. Biaya semakin direkan saat Prancis menemukan teknis lukis baru yang dapat menyederhanakan proses melukis. Akhirnya, permainan kartu tersebar hingga seluruh dunia dan dapat dinikmati oleh seluruh kalangan hingga saat ini.
Nilai Kartu Remi
Pemenang dari permainan kartu remi ditentukan oleh besaran poin atau nilai yang didapat oleh masing-masing pemain yang dihitung pada akhir sesi permainan dan didasarkan pada perolehan kartu, di mana masing-masing kartu memiliki nilainya sendiri.
- Nilai kartu dengan angka 2 hingga 10 adalah 5 poin.
- Nilai kartu jack (J), queen (Q), king (K) adalah 10 poin.
- Nilai kartu as (A) adalah 15 poin.
- Nilai kartu joker adalah sesuai poin yang diwakilinya.
Joker adalah kartu istimewa, karena dapat menggantikan kartu lain tanpa terbatas oleh warna. Selain itu, joker dapat membawa nilai plus atau minus. Jika di akhir sesi pemain tetap membawa kartu joker maka poin minus 500, namun bila tutup tangan dengan menggunakan joker maka poin plus 500.
Nilai Simbol (Suits) dalam Kartu Remi
Disadur dari laman The Guardian, dalam standar kartu remi internasional, simbol atau suits tidak hanya berfungsi sebagai pembeda jenis kartu, tetapi juga memiliki makna dan nilai simbolis yang sekaligus menggambarkan nilainya. berikut hierarki dari simbol pada kartu remi dari terendah hingga tertinggi:
- Keriting (Clubs): melambangkan kaum pekerja serta pencapaian melalui kerja keras.
- Wajik (Diamonds): melambangkan kelas pedagang dan semangat dalam menciptakan kekayaan.
- Hati (Hearts): melambangkan kaum rohaniwan serta pencarian kebahagiaan batin.
- Sekop (Spades): melambangkan kaum pejuang atau bangsawan serta kompleksitas kehidupan.
Dengan demikian, nilai tertinggi dimiliki simbol sekop, diikuti oleh hati, wajik, dan yang terendah adalah keriting. Urutan ini umumnya digunakan dalam konteks tertentu untuk membedakan kekuatan kartu ketika memiliki nilai angka yang sama.
Namun, tidak semua permainan menerapkan hierarki ini. Dalam beberapa jenis permainan kartu remi, keempat simbol tersebut dianggap setara sehingga tidak ada simbol yang lebih unggul dari yang lain.
Aturan Permainan Kartu Remi
Permainan kartu remi memiliki aturan dalam memainkannya, namun kepopulerannya di banyak tempat justru menyebabkan aturan main yang berbeda-beda juga, berikut adalah salah satu contoh aturan permainan kartu remi.
1. Dimainkan oleh 4 orang
2. Sebelum dibagikan, kartu dikocok lalu dibagikan dengan pembagian 7 kartu untuk masing-masing pemain dan sisa kartu menjadi deck.
3. Pemain bertujuan mencari susunan 3 atau lebih kartu yang berderet dengan simbol yang sama. Bila berhasil maka kartu akan disebut seri atau set.
4. Pada saat bermain, pemain bergantian mengambil kartu dari tumpukan deck atau kartu buangan lawan.
5. Setelah mengambil kartu, maka pemain juga harus membuang kartu dan kartu buangan harus dibuang dengan posisi terbuka.
6. Kartu yang diambil dari buangan lawan memiliki dua syarat. Pertama, pemain harus memiliki dua kartu yang sama dan berpotensi "jadi". Kedua, kartu yang diambil tidak boleh lebih dari tujuh kartu dari yang paling atas.
7. Kartu yang "jadi" ditaruh di depan pemain, sementara kartu yang pertama kali jadi adalah kartu seri.
8. Permainan akan diakhiri jika terdapat kartu joker yang keluar atau dibuang.
Jadi itulah penjelasan tentang permainan kartu remi dan besaran nilainya yang telah diurutkan dari yang terkecil hingga terbesar, termasuk joker. Semoga bermanfaat, detikers!
Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
