KA Argo Bromo Anggrek pekan lalu terlibat dalam kecelakaan yang menewaskan 16 orang di Bekasi Timur dan lima orang di Kabupaten Grobogan. Pekan ini, kereta tersebut akan resmi berganti nama.
Dilansir detikFinance, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengumumkan pergantian nama itu lewat Instagram layanan pelanggan KAI @kai121_ . Per tanggal 9 Mei 2026, KA Argo Bromo Anggrek akan menjadi KA Anggrek.
"Mulai 9 Mei 2026, KA Argo Bromo Anggrek hadir dengan identitas baru menjadi KA Anggrek," tulis KAI dalam keterangan di akun @kai121_, Selasa (5/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam postingan itu KAI juga memerikan filosofi soal bunga Anggrek.
"Sebuah penyederhanaan dari nama Argo Bromo Anggrek bukan meninggalkan sejarah, tetapi mematangkan warisan yang sudah lama melekat dalam perjalanan masyarakat Indonesia," jelas KAI.
"Anggrek tidak menunggu tanah yang sempurna untuk tumbuh. Ia menemukan caranya sendiri untuk bertahan. Bertumpu tanpa mengambil alih. Dekat tanpa merusak. Lembut, tapi tidak rapuh. Tenang, tapi tidak lemah. Di situlah makna Anggrek menemukan bentuknya. Sebuah nama yang membawa keanggunan, keteguhan, dan kepercayaan dalam setiap perjalanan," sambung keterangan KAI.
Pihak KAI juga menjelaskan bagi pemilik tiket dengan nama KA Argo Bromo Anggrek, tetap bisa menggunakan KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang dipilih saat pembelian tiket.
"Setiap penumpang yang telah memiliki tiket KA Argo Bromo Anggrek, tiket tetap dapat dipergunakan pada KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang dipilih," jelas KAI.
(alg/apl)
