Ribuan nelayan menggelar aksi demo di depan kantor Bupati Pati pagi ini. Mereka protes terkait dengan kenaikan harga BBM solar nonsubsidi bagi nelayan yang naik 4 kali lipat.
Pantauan detikJateng di lokasi, massa mulai berkumpul sekira pukul 09.00 WIB. Massa datang dengan mengendarai sepeda motor. Mereka pawai di depan Kantor Bupati Pati.
Di depan Kantor Bupati Pati sudah terpasang spanduk besar bertuliskan 'Nelayan Serentak bergerak darurat untuk harga BBM nonsubsidi harus adil' hingga 'turunkan BBM solar nonsubsidi jadi Rp 10 ribu sampai Rp 13.500'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas kepolisian pun telah berjaga di lokasi. Ada seribuan personel yang mengawal jalannya demo dari nelayan hari ini.
"Kami tidak bisa bekerja tanpa ada solar, solar harus turun di harga Rp 10 ribu," kata salah satu orator saat berorasi di atas sebuah truk depan Kantor Bupati Pati, Senin (4/5/2026).
Orator lain juga meminta tolong kepada Presiden Prabowo untuk mendengar jeritan para nelayan. Menurutnya, harga BBM solar nonsubsidi mencapai 4 kali lipat kini mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu per liter.
"Presiden Prabowo tolong jeritan tangis kami, khususnya GT 30 ke atas mohon dengan hormat mohon keadilan harga BBM sesuai yang kami inginkan," jelas dia.
Dia mengatakan bahwa 80 persen nelayan di Pati tidak bisa melaut karena harga BBM mahal. Mereka meminta harga khusus BBM untuk nelayan.
"Ini kita lumpuh total tidak bergerak dengan kenaikan BBM yang signifikan, turunkan sesuai dengan kemampuan perikanan tangkap," jelas dia.
"Harga BBM 4 kali lipat, mana mungkin kita mendukung ketahanan pangan bagaimana operasional lebih tinggi daripada yang didapat. Penetapan harga khusus karena kalau kebijakan tidak segera diambil pemerintah kami nelayan akan melaksanakan aksi membawa nelayan untuk menuju pemerintah pusat," ungkap dia.
Himpunan Nelayan Jawa Tengah, Riswanto mengatakan kondisi usaha nelayan sedang tidak baik-baik saja. Hal itu karena kenaikan harga BBM yang mencekik nelayan.
"Kami hadir untuk perjuangan nelayan, kamu di tengah nelayan yang ada di Juwana. Mari kita suara bersama bahwa pada hari ini mengalami kondisi usaha kondisi nelayan sedang tidak baik-baik saja karena BBM naik tidak bisa lagi kami beli," ungkap dia.
Oleh karena itu ia meminta agar ada kebijakan khusus untuk harga BBM nonsubsidi Rp 10 ribu.
"Kita terancam kehilangan profesi sebagai nelayan. Maka kita bersama meminta kepada pemerintah pusat kita aspirasi lewat Pati agar menyampaikan harga BBM nonsubsidi Rp 10 ribu," ungkap dia.
