Rehab Tanggul Sungai Dengkeng Klaten Terkendala Banjir

Rehab Tanggul Sungai Dengkeng Klaten Terkendala Banjir

Achmad Husein Syauqi - detikJateng
Jumat, 01 Mei 2026 15:21 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan pejabat lain cek tanggul Sungai Dengkeng, Jumat (1/5/2026).
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan pejabat lain cek tanggul Sungai Dengkeng, Jumat (1/5/2026). Foto: Achmad Husein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Tanggul Sungai Dengkeng di perbatasan Desa Paseban, Kecamatan Bayat dan Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Klaten, longsor membuat akses jalur perbatasan putus. Perbaikan tertunda karena banjir tidak kunjung surut.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, bersama Kepala Pelaksana BPBD Syahruna, dan Kepala Dinas PUPR Suryanto mengecek lokasi. Hasilnya perbaikan tetap menunggu banjir surut.

"Kaitannya dengan tanggul di Bayat sesuai hasil koordinasi untuk perbaikannya menunggu air surut dulu. Kita sudah koordinasi dengan BBWSBS (balai besar wilayah sungai Bengawan Solo), DPUPR, kecamatan, desa dan relawan," jelas Kalak BPBD Kabupaten Klaten Syahruna kepada detikJateng, Jumat (1/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Syahruna, perbaikan tanggul yang longsor tertunda karena karena hujan masih terus turun dan banjir. Dia menerangkan jika banjir masih tinggi akan kesulitan untuk memasang kawat bronjong.

ADVERTISEMENT

"Karena pemasangan kawat bronjong nanti agak dalam sehingga dibutuhkan air surut dulu, dan untuk isian berupa batu dari sudah ada dari desa beberapa rit," lanjut Syahruna.

Dia menerangkan pemasangan bronjong kawat bakal dibarengkan dengan sand bag dari BPBD Klaten. Selain itu, perbaikan tanggul juga membutuhkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi di sungai.

"Ya harus menurunkan alat berat untuk memindahkan sedimentasi di timur karena kalau tidak air akan tetap menghantam tanggul di barat yang longsor. Kita akan tetap nantinya minta dipermanen," terang Syahruna.

"Kita tetap minta dipermanen karena kondisi sekarang mengkhawatirkan juga. Apalagi dekat jembatan besar, " imbuhnya.

Relawan Kecamatan Bayat, Wawan Sanuri, mengatakan rehab tanggul menunggu air surut. Setelahnya baru dilakukan pengerukan sedimen.

"Nantinya dilakukan pengerukan sedimen setelah air surut. Kita masyarakat diminta bersabar," jelas Wawan.

Sebelumnya diberitakan, tanggul Sungai Dengkeng di perbatasan Kecamatan Bayat dan Wedi longsor. Jalan alternatif kedua wilayah dari Desa Paseban, Kecamatan Bayat dan Melikan, Kecamatan Wedi ditutup sementara.

"Longsor terakhir kemarin jam 07.00 WIB pagi. Pohon kelapa ikut ambruk, total tujuh pohon yang ambruk," kata warga sekitar, Sunarso (58), kepada detikJateng di lokasi, Jumat (17/4) pagi.

Menurut Sunarso, untuk sementara jalan ditutup karena rawan longsor tererosi banjir. Padahal jalan di lokasi merupakan jalur alternatif ke kecamatan Wedi.

"Ini jalur ke Pasar Mundu, Kecamatan Wedi. Jalan alternatif tapi ramai untuk warga dari dua wilayah kecamatan," lanjut Sunarso.



(ams/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads