Pasar Kanjengan di Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, terbakar hebat tadi malam. Seorang penjaga salah satu kios di pasar, Ningsih, mengais tumpukan bawang putih yang terbakar untuk diberikan kepada orang lain.
Adapun Pasar Kanjengan terbakar pada Rabu (29/4) sekitar pukul 23.00 WIB hingga Kamis sekitar pukul 04.00 WIB. Pada Kamis (30/4/2026), tampak pedagang mulai berdatangan.
Para pedagang terlihat memeriksa lapak masing-masing, beberapa tengah mengobrol dengan pelapak lainnya. Sejumlah pedagang juga terlihat berupaya mengais galvalum maupun besi yang tidak hangus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bagian selatan kompleks pasar yang terbakar, tampak Ningsih duduk mengais tumpukan bawang putih. Sesekali dia mengelupas kulit bawang yang hangus.
Bawang yang dipilih kemudian diletakkannya di sebuah panci. Tangannya tampak belepotan sisa bawang terbakar.
Tak jauh dari tempatnya, terdapat setumpuk benda yang telah menjadi arang dan masih membara. Ningsih pun terlihat menghiraukan bara arang tersebut dan menyapa sejumlah kawan pedagang.
Ningsih menjual berbagai kebutuhan bahan pangan mulai dari bawang hingga daging ayam. Meski demikian, tak banyak yang tersisa dari kebakaran tadi malam, hanya kulkas milik Ningsih yang bisa diselamatkan. Akibat kompleks pasar Ningsih melapak terbakar, dia merugi hingga Rp 50 juta.
"(Berapa kerugiannya?) Rp 50 juta ada. (Yang bisa diselamatkan?) Kayak kulkas, kan eman-eman," kata Ningsih ditemui detikJateng di Pasar Kanjengan hari ini.
Ningsih mengatakan, sebenarnya tumpukan bawang putih tersebut sudah tidak layak dijual. Kendati demikian, Ningsih memilih untuk memulung bawangnya untuk dibagikan ke orang lain.
Seorang pedagang bahan pangan di Pasar Kanjengan, Ningsih, saat mengais sisa bawang putih yang terbakar, Kamis (30/4/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng |
"Kalau ini (bawang putih) sudah nggak bisa diselamatkan. Tapi kan bisa dikasih orang kalau ada yang mau," ucapnya.
"Kalau ada yang mau, kan, syukur bisa bermanfaat. Kalau dijual lagi kan nggak ada yang mau beli," imbuhnya.
Dia pun berkelakar barang tersebut bakal dibeli detikJateng saat ditanya pedagang yang lewat. "Nah iki Mas e meh numbas (ini mau beli)," kelakarnya sembari tertawa menjawab pedagang lainnya.
Dia berharap kiosnya bisa direlokasi. Sebab, dagangannya merupakan sumber penghidupannya.
"Harapannya ada relokasi, kalau nggak jualan gimana makannya. Terus anak-anak makan apa," katanya.
Ratusan Kios di Pasar Kanjengan Terbakar
Kebakaran hebat terjadi di Pasar Kanjengan, Semarang Tengah, Semarang. Tercatat ratusan kios hangus terbakar.
"480 kios yang terbakar," ujar Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, di lokasi, Kamis (30/1) dini hari.
Penjual buah, Anton (36), menyebut api berasal dari lapak pasar buah. Api diduga dari peti-peti buah yang kosong hingga merambat ke toko-toko.
Anton menuturkan kebakaran terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, kala dirinya tengah menyantap sebuah semangka. Adapun peti buah tersebut terletak di ujung utara pertokoan.
Usai 15 menit, api langsung merambat ke pertokoan di tengah Pasar Kanjengan. Kemudian, api tersebut merembet ke sisi toko.
"15 menit sudah membakar toko. Habis itu ke sisi toko. Orang-orang pada teriak 'kebakaran'," ucapnya.
Kemudian api membakar seluruh pertokoan yang berada di tengah pasar. Adapun pertokoan di tengah pasar menjual pakaian hingga plastik, tetapi menurutnya banyak toko yang kosong.
"Semuanya terbakar, habis itu menjalar yang gedung. Ada pakaian, sandal, plastik, sebagian banyak yang kosong," terangnya.
Dia menyebut ada ratusan toko yang berada di tengah Pasar Kanjengan yang hangus terbakar. Dia menyebut, lapak-lapak tersebut berukuran kecil.
"Ada ratusan toko, soalnya kecil-kecil lapaknya," jelasnya.
(apu/dil)

