Bima Arya Wanti-wanti Kepala Daerah soal Anggaran: Semua Bisa Diviralkan!

Bima Arya Wanti-wanti Kepala Daerah soal Anggaran: Semua Bisa Diviralkan!

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Selasa, 28 Apr 2026 12:36 WIB
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dalam sambutannya di Musrenbang Provinsi Jawa Tengah (Jateng), di Gradhika Bhakti Praja, Gedung Pemprov Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Selasa (28/4/2026).
Wamendagri Bima Arya Sugiarto dalam sambutannya di Musrenbang Provinsi Jawa Tengah (Jateng), di Gradhika Bhakti Praja, Gedung Pemprov Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Selasa (28/4/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng.
Semarang -

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan kepala daerah agar berhati-hati dalam mengelola anggaran. Ia menegaskan kini semua kebijakan bisa dengan mudah viral.

Hal itu disampaikan Bima Arya dalam Musrenbang Provinsi Jawa Tengah (Jateng), di Gradhika Bhakti Praja, Gedung Pemprov Jateng, Kecamatan Semarang Selatan. Ia mengungkap, Mendagri Tito Karnavian meminta dirinya untuk menyampaikan pesan pada kepala daerah yang mengikuti Musrenbang.

"Satu adalah agar Bapak Ibu hari ini semua bisa diviralkan. Kita semua harus hati-hati. Jangan sampai menganggarkan sesuatu yang tidak masuk akal," kata Bima Arya di Gradhika Bhakti Praja, Selasa (27/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia pun menyinggung sejumlah contoh pengeluaran yang dinilai tidak rasional. Kepala daerah diminta mengalokasikan anggaran dengan lebih masuk akal.

ADVERTISEMENT

"Kursi pijat yang mahal, mobil dinas yang berlebihan, biaya konsultan tidak masuk akal, deretan tim ahli yang nggak efektif dan lain sebagainya," ucapnya.

"Tanpa menyebut satu daerah. Tapi ini pesannya. Menganggarkan dengan masuk akal dan rasional," lanjutnya.

Selain itu, Bima Arya juga mengingatkan kepala daerah untuk terus berinovasi dalam meningkatkan pendapatan daerah serta tidak bergantung sepenuhnya pada dana transfer pusat. Daerah didorong untuk berinovasi dalam pembiayaan dan pengelolaan sumber daya.

"Inilah yang disebut presiden, kita harus berpikir out of the box, nggak lagi hanya mengandalkan APBD, nggak lagi hanya bertumpu pada APBN yang existing. Tapi terus berpikir," ucapnya.

Lebih lanjut Bima Arya menyebut, kapasitas fiskal Provinsi Jawa Tengah sudah cukup bagus. Namun, kepala daerah harus lebih mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibandingkan Transfer ke Daerah (TKD).

"Kapasitas fiskal di Jawa Tengah ini mantap, di urutan ke-6 di tingkat nasional. Artinya PAD-nya 66 persen, transfer pusatnya sekitar 30 persen. Jadi mantap Jawa Tengah ini," ungkapnya.

"Tapi kalau di tingkat kota/kabupaten, PR-nya masih banyak. Kapasitas fiskal yang kuat jelas Semarang, Surakarta, lumayan," lanjutnya.

Menurutnya, kapasitas fiskal daerah masih termasuk lemah jika transfer pusat masih jauh lebih dominan dibandingkan PAD.




(apl/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads