BMKG Sebut Suhu Jakarta Tembus 36 Derajat Celsius, Ini Biangnya

Jabodetabek

BMKG Sebut Suhu Jakarta Tembus 36 Derajat Celsius, Ini Biangnya

Nafilah Sri Sagita K - detikJateng
Senin, 27 Apr 2026 13:49 WIB
Ilustrasi Neraka Bocor Suhu Panas Indonesia Efek El Nino
Ilustrasi suhu panas. Foto: Luthfy Syahban
Solo -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut suhu udara di Jabodetabek mengalami peningkatan signifikan. Suhu maksimum terpantau mencapai 35 hingga 36 derajat Celsius, terutama di wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya. Ini beberapa faktornya.

Dilansir detikHealth, dalam beberapa hari terakhir, cuaca panas menyengat melanda wilayah Jabodetabek. Sejumlah warganet di media sosial pun mengeluhkan soal suhu yang terasa lebih terik dari biasanya.

Menurut prakirawan cuaca BMKG, Rira Damanik, suhu maksimum di wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya terpantau mencapai 35-36 derajat Celsius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca cerah mendominasi sejak pagi hingga siang hari, sehingga suhu terasa cukup terik," kata Rira kepada detikcom, Senin (27/4/2026).

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi panas ini. Salah satunya adalah posisi semu matahari yang berada di sekitar khatulistiwa, sehingga intensitas penyinaran matahari di wilayah Indonesia sedang berada pada titik maksimum.

Kondisi ini juga diperparah oleh minimnya tutupan awan. Langit yang cenderung cerah membuat radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa hambatan.

Selain itu, faktor lain adalah dominasi angin timuran yang berasal dari Australia. Angin ini bersifat kering dan menghambat pembentukan awan, khususnya di wilayah selatan ekuator, termasuk Jabodetabek.

Rira menepis soal kemungkinan Indonesia sudah menghadapi fenomena El Nino. Dia bilang, kondisi saat ini merupakan dinamika cuaca musiman. BMKG memprediksi cuaca panas dan terik akan berlangsung hingga awal Mei 2026, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang, menggunakan pelindung seperti topi atau payung. Guna menghindari dampak buruk akibat paparan panas ekstrem, masyarakat disarankan memperbanyak konsumsi air putih.



(dil/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads