PRT Tewas Usai Loncat dari Kos Benhil Warga Batang, Baru Merantau Usai Lebaran

PRT Tewas Usai Loncat dari Kos Benhil Warga Batang, Baru Merantau Usai Lebaran

Robby Bernardi - detikJateng
Sabtu, 25 Apr 2026 13:35 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi. (Foto: Thinkstock)
Batang -

Dua pekerja rumah tangga (PRT) nekat melompat dari lantai empat sebuah kamar kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, Rabu (24/4) malam. Kedua korban ternyata berasal dari Kabupaten Batang.

Salah satu korban berinisial D (15) dilaporkan meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya. Sementara itu, korban lainnya, R (30), selamat namun mengalami luka serius berupa patah tangan dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mintohardjo.

Kepala Desa Ngroto, Kecamatan Reban, Siam Susanto, membenarkan bahwa salah satu korban merupakan warganya. Korban meninggal berinisial D (15) merupakan warga RT 01/ RW 04, Dusun Gerjo, Desa Ngroto, Kecamatan Reban, Batang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban berangkat ke Jakarta, tujuh hari setelah Lebaran kemarin. Pihak desa saat ini sudah berangkat ke Jakarta untuk menjemput jenazah korban. Namun, jenazah korban belum dapat dipulangkan ke kampung halaman hari ini.

"Jenazah belum bisa dipulangkan karena masih menunggu proses autopsi yang dijadwalkan malam ini. Kemungkinan besok pagi baru bisa dipulangkan," ujarnya dihubungi detikJateng, Sabtu (25/4/2026).

ADVERTISEMENT

Dikatakan Siam, warganya mengadu nasib merantau ke Jakarta belum lama ini, yakni usai Idul Fitri kemarin.

"D Berangkat kerja ke Jakarta Lebaran Idul Fitri (plus) 7 hari," katanya.

Sementara itu, satu korban selamat yakni R (30) warga Desa Wonosobo, Kecamatan Reban, Batang, mengalami luka-luka dan masih dalam perawatan di rumah sakit.

Diberitakan detikcom sebelumnya, dua orang pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R dan M loncat dari lantai 4 sebuah bangunan kos di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Keduanya nekat terjun dari lantai 4 lantaran ingin kabur karena tidak betah bekerja di majikanya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra kepada wartawan, Kamis (23/4/2026), pada detikcom, mengatakan hal senada.

"Untuk informasi sementara, orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4. Satu meninggal, satu patah tangan, gitu aja," kata Roby Saputra.

Akibat aksi nekatnya satu ART meninggal dunia.

"Benar (satu PRT tewas)," tambah Roby Saputra kepada wartawan, Kamis (23/4).

Belum diketahui kronologi dan penyebab keduanya jatuh. Beredar kabar menyebutkan kedua ART tersebut dikurung di kamar kos, tapi Roby belum bisa memastikannya.

"Masih belum bisa disimpulkan demikian (kabar PRT dikurung). Korban dan saksi masih dirawat di RS," imbuhnya.



(aku/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads