Viral Warga Dikeroyok DC di Exit Tol Prambanan Klaten

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Kamis, 23 Apr 2026 08:42 WIB
Kawasan exit tol Prambanan, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Kabar soal keributan yang berakhir dengan penganiayaan di exit tol Prambanan, Klaten, menjadi viral di media sosial. Dalam kabar viral itu disebutkan korban mengalami luka bacok setelah terlibat keributan dengan debt collector (DC). Faktanya, korban terluka bukan karena dibacok.

Kabar tersebut diunggah beberapa akun Facebook. Salah satunya akun Cakrawala Kita yang menggunggah foto beberapa pria berpakaian hitam di satu lokasi.

Korban, Fredy (59) menceritakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (21/4) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu dirinya bersama komunitas anti riba dan masyarakat mendatangi lokasi karena resah lantaran sering ada 'mata elang' alias Matel atau DC di situ.

"Kita jalan dan ada Matel dua orang di situ, diimbau. Lalu mereka nelpon-nelpon temannya. Lalu datang (laskar), akhirnya diimbau yang penting tidak ada Matel di Klaten. Sudah diimbau, sudah pergi," kata Fredy saat dihubungi wartawan, Kamis (23/4/2026) pagi.

Setelah itu, kata Fredy, semua bubar dan dirinya pulang dengan memutar di U turn Prambanan (jalan Jogja-Solo). Di lokasi dua Matel tersebut bertemu teman-temannya dan Fredy bersama rombongan balik ke exit tol.

"Kemudian kita balik, sebelum itu kan ada SPBU, motor yang lain duluan, kita terakhir ngisi di SPBU, saya kan bonceng. Yang lain belok ke arah Wedi," ujar Fredy.

Saat Fredy dan temannya sampai di jalan arah Wedi, mereka bertemu dengan rombongan Matel dari arah berlawanan. Rombongan yang terdiri dari enam orang dengan tiga sepeda motor itu lalu menabrak Fredy dan temannya.

"Nabrak kita, dan terjadi (keributan) di warung sate kambing. Teman saya bisa lari ke arah rest area (exit tol), saya tidak bisa. Saya masuk warung sate, saya lari ke belakang, saya sudah berceceran darah, lalu ke rumah warga mengamankan diri," kata Fredy.

Fredy mengaku terluka di bagian kepala akibat pukulan benda tumpul yang diduga berupa kayu. Setelah itu dirinya melapor ke Polres Klaten.

"Sampun (sudah melapor), ya berharap ada tindakan tegas. Yang kepala saya dijahit enam, kendaraan yang remuk," ujar dia.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Taufik Frida Mustofa mengonfirmasi adanya kejadian tersebut. Korban sudah melapor dan kasus ini masih diselidiki.

"Betul, masih lidik. Saling berkelahi, bukan bacok, karena nggak diketemukan luka bacok," kata Taufik saat dimintai konfirmasi detikJateng.



Simak Video "Video Api Abadi Mrapen Padam, Kenapa?"

(dil/ahr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork