Sebanyak 13 bilah demung yang dicuri di Universitas Negeri Semarang (Unnes) diperkirakan memiliki berat sekitar 26 kilogram (kg). Pelaku yang sempat terekam CCTV diduga memasukkannya ke dalam tas ransel.
Hal itu disampaikan Wakil Dekan II Fakultas Bahasa dan Seni Unnes, Burhanuddin. Ia mengatakan, pencurian 13 bilah demung terjadi Jumat (17/4/2026) di Gedung B7, Laboratorium Seni Musik FBS Unnes.
"Kalau satu bilah itu ya sekitar 1-2 kg satunya kemungkinan. Bisa sampai 26 kg kalau 13 bilah satunya 2 kg," kata Burhan saat dihubungi detikJateng, Selasa (21/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai, beberapa bilah demung itu sangat berat jika dibawa sekaligus. Terlebih, dari tangkapan CCTV, pelaku melakukan pencurian sendirian.
"Berat sih memang itu kalau dibawa. Karena kemarin simulasi membawa 5 saja sudah berat sebenarnya. (Demung yang dicuri dimasukkan tas pelaku?) Dugaan kami gitu," ujarnya.
"(Harganya berapa?) Saya kok tidak mengerti ya. Tapi itu nanti bisa dibakar, dilebur lagi juga bisa. Materialnya itu ada yang perunggu, ada yang kuningan," lanjutnya.
Ia mengaku sangat penasaran dengan motif pencurian gamelan yang dilakukan pelaku. Burhan yang mengaku sudah melapor ke kepolisian itu pun berharap aparat penegak hukum (APH) bisa segera mengusut kasus itu.
"Makanya motifnya apa kami enggak tahu kok dia mengambil alat itu di berbagai perguruan tinggi dan sanggar-sangar seni. Kita memang berharap kalau itu ketangkap bisa tahu motifnya," ujarnya.
Gamelan demung milik Unnes yang hilang. Foto: Dok. FBS Unnes |
Adapun, ia menjelaskan, pencurian itu terjadi Jumat (18/4) pada siang hari saat orang-orang di kampus tengah beribadah. Pihak yang pertama mengetahui pencurian itu yakni mahasiswa dan dosen, yang hendak menggunakan gamelan untuk perkuliahan.
"Itu ada orang yang diduga pelaku, masuk ke gedung B7 sekitar jam 12.20 WIB, mungkin kan orang-orang pada jumatan," jelasnya.
Ia menjelaskan, usai masuk ke gedung B7, pelaku disebut sempat masuk ke ruang gamelan dan turun sekitar pukul 12.35 WIB menuju gedung B8 yang juga ada gamelan Jawa.
"Tapi di gedung gamelan yang di B8 itu belum sempat mengambil alat gamelan, karena kami cek ternyata alatnya masih lengkap," jelasnya.
Demung yang biasanya digunakan untuk perkuliahan Gambang Semarang itu pun akhirnya tak bisa digunakan karena 13 bilahnya hilang. Kendati demikian, perkuliahan masih bisa dilanjutkan dengan menggunakan demung lainnya.
"Alhamdulillah kalau di UNNES kan ada beberapa set, set itu di beberapa tempat, masih ada yang bisa kita gunakan. Saat ini kita sudah koordinasi dengan teman-teman Satpam, yang merawat gamelan, untuk melakukan pengawasan lebih ke tempat-tempat itu," ungkapnya.
Baca juga: 13 Bilah Demung Gamelan Milik Unnes Dicuri! |
"(Saat dicuri lab-nya tidak dikunci?) Tidak, karena memang jam perkuliahan, mahasiswa bisa keluar-masuk di tempat itu untuk praktik menggunakan alat kita," ucapnya.
"(Mahasiswa tidak ada yang lihat?) Mungkin nggak ngeh, karena mahasiswa sekarang kan nggak saling kenal dan sebagainya. Jadi, mungkin tidak ngeh karena orang di kampus kan ramai dari segala umur ada," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, kasus pencurian gamelan terjadi di sejumlah kampus, termasuk di Universitas Megeri Semarang (Unnes), Jumat (18/4/2026). Sebanyak 13 bilah demung raib di Gedung B7 Laboratorium Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni Unnes.

