Pria inisial SR (50) bikin heboh karena mengancam akan meledakkan sebuah minimarket di Gedawang, Banyumanik, Kota Semarang, gegara tidak dilayani saat membayar belanjaan pakai KTP. Polisi menyebut pria itu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Hal itu disampaikan Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky. Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (16/4) sekitar pukul 20.30 WIB. Pria tersebut kemudian diantar pulang oleh Babinsa.
"Dibawa Babinsa, diantar ke rumahnya di daerah Candisari. Bolak-balik seperti itu, tidak mengancam," kata Hengky saat dihubungi detikJateng, Jumat (17/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hengky mengatakan, pria itu rupanya sudah beberapa kali melakukan aksi serupa. Selain di Banyumanik, ia juga diketahui pernah meminta uang di daerah lain.
"Tiba-tiba meminta uang Rp 100 ribu, orang takut. Dia juga mengakunya Paspampres, memang punya gangguan jiwa," ujar dia.
"Tidak mengancam, cuma mengaku Paspampres dan temennya Bu Wali Kota, nggak pakai senjata. Babinsa tahu alamatnya terus diantar ke keluarganya," lanjutnya.
Menurut Hengky, selain meminta uang, pria itu juga disebut sering makan di warung tanpa membayar.
"Pernah juga sampai Kendal, makan tidak bayar. Tapi belum sampai mengancam, memang gangguan jiwa. Kalau mau diproses kan ODGJ juga tidak bisa," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, pria inisial SR (50) sempat diamankan polisi usai bikin resah di sebuah minimarket di Gedawang, Banyumanik, Kota Semarang. Salah satu saksi yang merupakan karyawan minimarket, April (24) mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (16/4) sekitar pukul 20.30 WIB.
"Masuk ke toko, ke kamar mandi, muter-muter di area toko. Terus Bapaknya nyari pistol mainan sama senter. Terus duduk di dekat tempat kasir," kata April saat dikonfirmasi, Jumat (17/4).
April mengatakan, saat ditanya keperluannya, pria itu langsung mengaku memiliki banyak kenalan mulai dari Paspampres hingga Wali Kota Semarang. Setelah itu SR juga mengancam akan meledakkan bom jika barangnya tak diproses, padahal ia tidak membayar dan hanya meninggalkan KTP.
"Dia sempat maki-maki karena barangnya enggak langsung dikasih. Terus ada ancaman katanya mau ngebom toko sini, mau ngeledakkin toko sini," kata April.
