Polisi mengungkap perkembangan terbaru kasus penemuan mobil Innova misterius di Desa Candimulyo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang. Komplotan pelaku pencurian traktor yang diduga menggunakan mobil tersebut sudah teridentifikasi dan kini masih dalam pencarian.
Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Alva Zakya Akbar, mengatakan pihaknya telah lebih dulu melakukan penyelidikan atas sejumlah kasus pencurian mesin pertanian di wilayah Rembang.
"Di wilayah hukum Polres Rembang memang beberapa kali terjadi pencurian mesin pertanian berupa traktor. Dari situ tim Resmob melakukan penyelidikan dan akhirnya mengantongi identitas seseorang dan kelompok yang diduga pelaku," kata Alva saat diwawancarai detikJateng, Kamis (16/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, pada 13 April 2026, kelompok tersebut terpantau masuk ke wilayah Rembang melalui Kecamatan Sale. Tim Resmob kemudian melakukan pembuntutan sejak siang hingga malam.
"Dari sekitar pukul 13.00 WIB sampai malam kami lakukan pembuntutan. Kami menunggu pelaku berhenti atau kembali melakukan aksi," jelasnya.
Dalam upaya mengelabui petugas, pelaku sempat mengganti identitas kendaraan. Mereka mengganti pelat nomor serta memasang stiker di bagian belakang mobil.
"Di tengah perjalanan, mereka sempat menghilangkan identitas kendaraan dengan mengganti pelat nomor dan menempel stiker di belakang. Kendaraan yang digunakan Innova Reborn warna hitam," ungkapnya.
Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Alva Zakya Akbar saat diwawancarai, Kamis (16/4/2026). Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng |
Sekitar pukul 18.30 WIB atau selepas magrib, pelaku terdeteksi berada di wilayah Pamotan. Saat akan dilakukan penangkapan, pelaku justru melawan dengan menabrakkan mobil ke arah kendaraan petugas.
"Ketika akan diamankan di Pamotan, pelaku langsung tancap gas dan menabrakkan kendaraannya ke mobil petugas," ujarnya.
Setelah itu, pelaku melarikan diri ke arah Kecamatan Sedan hingga akhirnya meninggalkan kendaraan di area hutan. Saat petugas tiba di lokasi, mobil sudah dalam kondisi terkunci dan pelaku menghilang.
"Mereka kabur ke arah Sedan dan meninggalkan kendaraan di hutan. Saat kami sampai, mobil sudah terkunci dan pelaku belum diketahui keberadaannya sampai sekarang," jelas Alva.
Polisi memperkirakan jumlah pelaku dalam mobil tersebut sebanyak tiga orang. Mereka diduga melarikan diri ke dalam hutan saat merasa terdesak.
"Diperkirakan ada tiga orang dalam mobil. Kemungkinan mereka kabur ke hutan karena terdesak," imbuhnya.
Dari hasil pemeriksaan, mobil tersebut diketahui berasal dari Jawa Timur dan diduga merupakan kendaraan rental yang digunakan para pelaku.
"Identitas kendaraan berasal dari Jawa Timur. Kemarin juga ada pihak rental yang menghubungi tim Resmob, kemungkinan mobil itu kendaraan sewa yang dipakai pelaku," katanya.
Alva menegaskan, pihaknya telah mengantongi identitas para pelaku dan akan terus melakukan pengejaran.
"Identitas sudah kami kantongi. Kami akan terus lakukan pengejaran sampai kapan pun, sampai pelaku tertangkap," tegasnya.
Ia menambahkan, komplotan tersebut diduga telah beraksi di sejumlah lokasi di Rembang, seperti Kecamatan Sluke, Bulu, dan Sulang. Mereka disebut sebagai spesialis pencurian mesin traktor lintas daerah.
"Ada beberapa TKP, di Sluke, Bulu, dan Sulang. Mereka komplotan dari Jawa Timur yang spesialis pencurian mesin traktor. Untuk status residivis masih kami dalami," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, warga Desa Candimulyo digegerkan dengan penemuan mobil Toyota Innova yang diduga berkaitan dengan komplotan pencurian lintas provinsi.
Kendaraan tersebut ditemukan dalam kondisi terkunci tanpa pengemudi, sebelum akhirnya dievakuasi ke Mapolres Rembang untuk penyelidikan lebih lanjut.

