- Perlengkapan dan Cairan yang Diperlukan untuk Membersihkan Rumah Pasca Banjir
- 12 Langkah Membersihkan Rumah Setelah Banjir yang Tepat dan Aman 1. Dokumentasikan Keadaan Rumah Sebelum Dibersihkan 2. Siapkan Perlengkapan yang Dapat Melindungi Diri 3. Matikan Gas dan Aliran Listrik 4. Pahami Struktur Rumah dan Cek Kerusakan pada Rumah 5. Kuras Air pada Rumah dan Sumur 6. Keluarkan Semua Barang yang Sudah Terendam Banjir 7. Buang Lumpur dan Bersihkan Seluruh Permukaan Rumah 8. Bersihkan Dinding dan Lepas Insulasi Dinding 9. Keringkan Permukaan Rumah 10. Cuci Pakaian dan Barang Berbahan Kain 11. Pilah Sampah dan Buang di Tempat yang Disediakan 12. Terapkan Kebersihan Diri dengan Baik
Sebagian wilayah Indonesia diprediksi akan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026. Meski demikian, sejumlah wilayah masih diguyur hujan deras, bahkan mengalami banjir hingga melanda area permukiman.
Banjir yang menggenang di area rumah tidak sekadar membawa air, tetapi bisa membawa lumpur, kotoran, bahkan binatang berbahaya. Hal ini membuat pembersihan rumah sulit dilakukan. Mengutip laman University of Minnesota, rumah yang terendam banjir tidak hanya perlu dibersihkan, tetapi juga perlu disterilkan atau didisinfeksi untuk menghilangkan mikroorganisme yang menempel. Selain itu, diperlukan pula prosedur keamanan yang baik untuk menghindari bahaya yang mungkin terjadi.
Masyarakat perlu lebih memahami cara membersihkan rumah pascabanjir, sehingga wajib simak penjelasan tentang 12 langkah membersihkan rumah setelah banjir yang tepat dan aman di bawah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlengkapan dan Cairan yang Diperlukan untuk Membersihkan Rumah Pasca Banjir
Rumah yang terendam banjir tidak cukup dibersihkan dengan cara biasa. Air yang masuk rumah membawa banyak kuman yang bisa membahayakan kesehatan, sehingga rumah beserta barang di dalamnya perlu didesinfeksi atau disterilkan. Oleh karena itu, detikers juga membutuhkan cairan disinfektan untuk membersihkan rumah.
Dikutip dari laman University of Minnesota, berikut adalah beberapa peralatan dan cairan yang perlu disiapkan untuk membersihkan rumah pasca banjir.
- Alat kebersihan rumah seperti sapu, pel, sikat, dan kain pembersih dapat digunakan untuk membersihkan kotoran pada rumah dan permukaan barang.
- Sekop atau alat serupa digunakan untuk mengambil lumpur yang mengendap di rumah.
- Cairan disinfektan dapat menghentikan pertumbuhan kuman pada barang yang terkena air banjir.
- Pembersih berbentuk bubuk atau cairan lebih praktis dan terjangkau daripada produk berbentuk aerosol/spray.
- Cairan pembersih rumah tangga, misalnya yang berbahan trisodium fosfat dapat membersihkan permukaan keras, seperti dinding, kayu, ubin, dan sebagainya. Namun, jangan campur produk ini dengan klorin dan cairan pembersih lainnya karena dapat menghasilkan partikel berbahaya.
- Cairan disinfektan berbahan klorin bisa digunakan untuk membilas karpet dan furnitur.
- Deterjen serbaguna bisa digunakan untuk membersihkan pakaian dan barang berbahan kain lainnya dengan tingkat kekotoran sedang hingga berat. Untuk kain yang aman di-bleaching, detikers juga bisa membersihkannya dengan cairan pemutih/pembersih berbahan klorin. Adapun barang berbahan kain lainnya dapat didesinfeksi dengan cairan disinfektan berbahan minyak pinus.
Selain itu, detikers juga bisa membuat cairan disinfektan sendiri di rumah. Dikutip dari laman NSW Heath, detikers bisa mencampur 10 liter air dengan 50 ml cairan 4% klorin (pembersih/pemutih rumah tangga). Jika menggunakan klorin yang biasa digunakan pada kolam (12,5% klorin), campurkan 10 liter air dengan 8-16 ml cairan klorin. Pastikan untuk menggunakan sarung tangan dan ikuti petunjuk yang tertera pada kemasan agar tetap aman.
12 Langkah Membersihkan Rumah Setelah Banjir yang Tepat dan Aman
Berikut adalah 12 langkah membersihkan rumah setelah banjir yang dirangkum dari laman American Cleaning Institute, FEMA, EPA, US CDC, NSW Health, dan University of Minnesota.
1. Dokumentasikan Keadaan Rumah Sebelum Dibersihkan
Jika detikers memiliki asuransi rumah, pastikan untuk mengambil dokumentasi dalam bentuk foto atau video sebelum membersihkan rumah. Pastikan bahwa semua kerusakan telah terdokumentasi dengan baik. Langkah ini perlu dilakukan untuk melancarkan proses klaim asuransi.
2. Siapkan Perlengkapan yang Dapat Melindungi Diri
Air banjir yang masuk ke rumah tidak hanya membawa kotoran, tetapi juga membawa kuman dan hewan berbahaya, seperti ular, tikus, kelabang, dan hewan lainnya. Selain itu, kondisi rumah yang rusak dan kabel yang terputus juga bisa membahayakan. Oleh karena itu, pastikan untuk memakai pakaian yang melindungi tubuh dengan baik, seperti baju lengan panjang, celana panjang, sepatu boot, dan sarung tangan karet atau plastik.
Jika memungkinkan, gunakan pula kacamata pelindung dan masker N-95. Selain itu, detikers juga perlu menyiapkan obat dan perlengkapan pertolongan pertama (P3K) untuk luka atau cedera yang mungkin terjadi saat membersihkan rumah.
3. Matikan Gas dan Aliran Listrik
Sebelum melakukan pembersihan, pastikan bahwa gas dan aliran listrik sudah dalam kondisi mati. Selama membersihkan rumah, perhatikan juga kabel-kabel listrik yang terputus agar tidak tersetrum. Agar lebih aman, gunakan sepatu boot berbahan karet.
4. Pahami Struktur Rumah dan Cek Kerusakan pada Rumah
Cek apakah terjadi penurunan, retak, atau kerusakan lainnya pada pondasi rumah, dinding, lantai, dan jendela. Selain itu, sistem/aliran listrik di rumah juga perlu dicek oleh teknisi listrik.
5. Kuras Air pada Rumah dan Sumur
Hilangkan semua air yang masih menggenang dengan sekop, ember, dan alat serupa. Apabila detikers memiliki ruang bawah tanah yang tergenang air, pompa atau kuras air secara bertahap sekitar β volume air per hari.
Selain itu, detikers juga perlu membersihkan (disinfeksi) sumur. Proses pembersihan bisa dilakukan sendiri dengan memompa air dan menyalakan air hingga air yang keluar terlihat jernih. Setelah itu, sumur dan semua keran air perlu dibersihkan dengan cairan disinfektan dan didiamkan selama minimal 12 jam.
Setelah itu, semua air harus dikeluarkan hingga bau klorinnya hilang. Apabila ragu atau tidak mampu membersihkan sumur sendiri, detikers bisa menyewa jasa kuras/pembersih sumur.
6. Keluarkan Semua Barang yang Sudah Terendam Banjir
Jamur bisa tumbuh pada barang yang sudah terendam banjir selama 2 hari atau lebih, sehingga barang tersebut harus dikeluarkan dari rumah. Semua alas lantai, karpet, dan barang-barang lainnya harus dibersihkan dengan cairan disinfektan dan dijemur hingga kering.
Barang yang menyerap air dan sulit dibersihkan atau dikeringkan perlu dibuang karena bagian dalamnya bisa ditumbuhi jamur. Selain barang, semua makanan yang terkontaminasi juga banjir perlu dibuang. Hal ini berlaku pula untuk makanan yang berada di wadah gelas, kaleng, dan makanan dalam dus.
Makanan yang disimpan dalam wadah gelas bisa terlihat aman, tetapi terdapat kemungkinan bahwa air telah masuk dan mengkontaminasi makanan di dalamnya. Adapun kaleng makanan yang terendam banjir bisa jadi berkarat.
Barang yang ada di kulkas juga perlu dikeluarkan. Setelah itu, bersihkan dan keringkan kulkas.
7. Buang Lumpur dan Bersihkan Seluruh Permukaan Rumah
Setelah semua barang sudah dikeluarkan, bersihkan lumpur dan kotoran lainnya yang mengendap pada lantai dengan sekop dan ember. Setelah itu, cuci permukaan rumah dengan selang, dimulai dari tempat tertinggi hingga terendah.
Gunakan air hangat, cairan pembersih, dan sikat untuk membersihkan permukaan lantai. Setelah itu, bersihkan kembali seluruh permukaan dengan disinfektan. Adapun permukaan berbahan kayu yang tampak berjamur bisa dibersihkan dengan larutan alkali seperti natrium karbonat atau trisodium fosfat.
Alternatif lain adalah membersihkan dengan campuran boraks dan air. Selain cairan pembersih tersebut, permukaan kayu juga perlu dibersihkan dengan disinfektan.
8. Bersihkan Dinding dan Lepas Insulasi Dinding
Selain lantai, dinding juga perlu dibersihkan dengan air dan disinfektan. Pastikan bahwa semua air dan lumpur telah hilang dari permukaan dinding, terutama di area dinding yang berlubang.
Lepas insulasi atau pelapis dinding seperti panel kayu agar dinding bisa dibersihkan dan dikeringkan dengan sempurna. Buang pelapis dinding yang sulit dibersihkan dan dikeringkan.
9. Keringkan Permukaan Rumah
Untuk mengurangi kelembaban rumah, buka pintu dan jendela saat cuaca kering. Kipas dan dehumidifier juga dapat digunakan untuk membantu mengeringkan rumah. Selain itu, jangan lupa cek celah-celah rumah yang mungkin terkena air.
10. Cuci Pakaian dan Barang Berbahan Kain
Barang berbahan kain seperti pakaian rentan ditumbuhi jamur. Oleh karena itu, barang-barang tersebut harus dicuci beberapa kali dan dibersihkan dengan disinfektan.
Caranya, bersihkan semua kotoran yang menempel pada kain terlebih dahulu, lalu cuci kain dengan air biasa dan deterjen. Setelah itu, cuci kembali kain tersebut dengan air bersuhu tertinggi yang aman untuk kain serta campur dengan deterjen bubuk dan cairan disinfektan yang aman untuk kain.
Ulangi pencucian hingga kain benar-benar bersih. Tingkat kebersihan kain bisa dilihat dari kondisi air bekas cucian. Setelah benar-benar bersih, jemur kain hingga kering. Pastikan bahwa air yang digunakan sudah bersih dan listrik sudah kembali menyala ketika melakukan pencucian.
11. Pilah Sampah dan Buang di Tempat yang Disediakan
Setelah banjir, terkadang terdapat barang elektronik yang perlu dibuang. Barang elektronik, baterai, dan barang serupa termasuk sampah B3 (bahan berbahaya beracun), sehingga perlu dipisahkan dari barang lainnya.
Pilah barang sesuai jenisnya, lalu buang sesuai aturan yang berlaku. Adapun sampah B3 juga bisa disalurkan ke komunitas atau organisasi setempat yang mengelola sampah elektronik.
12. Terapkan Kebersihan Diri dengan Baik
Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang terkena banjir. Selain itu, cuci tangan hingga bersih setelah membersihkan rumah.
Nah, itu dia 12 langkah yang aman dan tepat untuk membersihkan rumah setelah banjir. Jangan lupa dipraktikkan, ya! Semoga membantu!
Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(sto/ahr)
