Bangga! Pebalap Asal Kudus Raih Podium di ARRC 2026 Malaysia

Bangga! Pebalap Asal Kudus Raih Podium di ARRC 2026 Malaysia

Dian Utoro Aji - detikJateng
Rabu, 15 Apr 2026 19:57 WIB
Orang tua Aqshal Ilham Safatullah, Bambang Siswanto saat ditemui di bengkelnya Desa Sunggingan Kecamatan Kudus Kota, Rabu (15/4/2026).
Orang tua Aqshal Ilham Safatullah, Bambang Siswanto saat ditemui di bengkelnya Desa Sunggingan Kecamatan Kudus Kota, Rabu (15/4/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng.
Kudus -

Pebalap muda asal Kudus, Aqshal Ilham Safatullah (22) berhasil meraih podium di kancah balap internasional. Aqshal mampu meraih podium ketiga ajang seri Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 kelas UB150 di Malaysia.

Diketahui Aqshal perdana debut pada ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 kelas UB150. Aqshal tergabung dalam One For All Racing Team asal Jepang.

Aqshal meraih juara 3 dan naik podium pada ajang yang digelar di Malaysia pada Minggu (12/4) kemarin. Berikutnya Aqshal akan tampil pada seri ARRC 2026 di Thailand bulan depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prestasi ini pun membuat bangga orang tuanya di Kudus. Orang tua Aqshal, Bambang Siswanto, mengatakan putranya mulai latihan balapan motor sejak usia sekolah dasar. Saat itu kakaknya, Alif Jihad Safatullah (25), menjadi pebalap motor sering mengikuti kejuaraan daerah.

"Anak saya mulai latihan balap mulai SD, jadi SD itu kakaknya dulu yang balapan dan setelah kakak bisa main balap dia kepengin balap juga sejak itu bisa naik motor. Akhirnya jadi pebalap dua-duanya," jelas Bambang saat berbincang dengan detikJateng di bengkelnya Desa Sunggingan Kecamatan Kudus Kota, Rabu (15/4/2026).

ADVERTISEMENT

Bambang mengatakan sebelum gabung ke tim asal Jepang, Aqshal sering tampil dari tim sendiri yakni AJS Racing Kudus. Sewaktu anaknya mengikuti kompetisi, Bambang menggunakan biaya sendiri.

"Sebelum itu tim main sendiri tim AJS Racing berangkat sendiri. Kalau kejuaraan daerah kita berangkat sendiri biaya sendiri," jelas dia.

Bambang yang sehari-hari bekerja di bengkel motor di Kudus ini berusaha memberikan support kepada anaknya. Meskipun sederhana, dia senang karena bisa mengantar anaknya meraih prestasi.

"Kita latih anak menjadi pebalap dengan kondisi bengkel seadanya ini untuk mensupport Aqshal dan Alif dan akhirnya berjalan waktu Aqshal diambil tim akhirnya sempat 10 kelas juara 1 di Mijen. Akhirnya diambil tim Jogja, terus podium sampai ke Mandalika dan di Mandalika pernah menjadi juara podium ketiga," jelas dia.

Bambang bilang jika anak nomor dua ini beberapa kali meraih juara balap motor UB150. Seperti di Mandalika mendapat juara 3. Dari beberapa prestasi itu Aqshal akhirnya dilirik tim asal Jepang. Aqshal pun bergabung dengan tim dari Jepang.

"Akhirnya ada tim Jepang ini melihat Aqshal berpotensi, akhirnya dikontrak tim Jepang, dan saya bertanya kepada anak saya disuport dari tim dari Temanggung dan sekarang ikut dari One For All dari Jepang," ungkap dia.

Bambang menjelaskan Aqshal tampil perdana pada seri ARRC 2026 di Malaysia kemarin. Aqshal bisa mendapat juara tiga pada ajang itu. Hal ini pun membuat bangga orang tuanya. Bambang bahkan sempat pesimis karena Aqshal mulai start dari posisi ke-18.

"Kemarin perdana dan alhamdulillah podium tiga. Awalnya ragu karena Aqshal sendiri posisinya start posisi ke-18 dengan kopling bermasalah dia bisa main. Ia mampu bertahan balap itu akhirnya bisa mojok sampai depan begitu akhir lap, last lap dia bisa ambil ke posisi ketiga. Bulan depan main di Thailand," jelas dia.

Bambang mengaku bangga karena anaknya bisa meraih prestasi di ajang Internasional. Dia berharap agar anaknya tetap konsisten dan komitmen supaya bisa mempertahankan prestasinya di ajang balap motor ini.

"Bangga banget, setiap event dia pasti telepon kakaknya, kemudian saya kritik sedikit-sedikit bagaimana harus seperti ini seperti ini bangga banget, karena dari start nomor 18 bisa sampai ketiga," terang dia.

"Harapan kita tetap konsisten untuk mendidik Aqshal Ilham, dan harus tetap komitmen konsisten dan harapan saya mungkin di Kota Kudus terwujud sirkuitnya," lanjut dia.

Bambang mengatakan dulunya ia hobi menjadi pebalap motor. Namun, mimpinya menjadi pebalap kandas karena terkendala biaya. Kini ia bersyukur karena cita-cita menjadi pebalap motor diteruskan anaknya, Aqshal.

"Alhamdulillah dulu dari kecil pebalap, karena dulu biaya kurang tersuport jadi seadanya, akhirnya buka bengkel, karena Aqshal pengen balap ya tak dukung seadanya, akhirnya dikontrak bos-bos besar. Komitmen dan gigih mempertahankan prestasinya," jelasnya.

Bambang mengaku sempat terkendala biaya untuk mendukung cita-cita anaknya. Sebab, menjadi pebalap motor profesional terbilang mahal.

"Kesulitan biaya sendiri biaya tidak hanya Rp 1 juta sampai Rp 2 juta, bahkan saya biaya kedua anak saya bisa sampai miliaran," jelasnya.

Oleh karena itu, Bambang terus memberikan dukungan kepada anaknya agar terus berprestasi di kancah Internasional.

"Termasuk motor sendiri, akomodasi sendiri berusaha orang tua saya support, anak harus dibimbing dididik, komitmen dalam berolahraga," ungkap dia.

Terpisah, Ketua KONI Kudus, Sulistiyono, mengaku ikut bangga karena ada atlet dari Kudus yang berprestasi di kancah Internasional. Dia berharap prestasi Aqshal bisa menjadi motivasi pembalap motor lain di Kudus.

"Ikut bangga senang, motivasi lain yang ada di Kudus," kata Sulis saat dihubungi sore tadi.



(apl/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads