Debit Bengawan Solo Turun ke Siaga Kuning

Debit Bengawan Solo Turun ke Siaga Kuning

Tara Wahyu NV - detikJateng
Rabu, 15 Apr 2026 18:16 WIB
Debit Bengawan Solo Turun ke Siaga Kuning
Status Bengawan Solo turun ke siaga kuning, Rabu (15/4/2026). (Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng)
Solo -

Debit air Bengawan Solo mulai menurun pada Rabu (15/4) sore sempat berada di level siaga merah. Saat ini, pantauan Tinggi Muka Air (TMA) di Jurug, Sungai Bengawan Solo berada di level kuning.

Dari pantauan detikJateng, pukul 17.32 WIB, debit air mulai menurun di angka 84.40 mdpl. Sedangkan sebelumnya, debit air berada di angka 85.13 mdpl.

"Iya saat ini sudah turun di (level) kuning, tadi sempat berada di garis siaga merah," kata Relawan Tim Gorong-Gorong Solo, Joko Widodo alias Bang Toyib, Rabu (15/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Toyib mengatakan, air mulai surut sekira pukul 17.22 WIB. Saat ini, sejumlah warga juga berada di tanggul Sungai Bengawan Solo.

"Tadi jam 17.22 WIB mulai surut, ini sudah banyak warga yang di sana," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Meski sudah surut, Toyib menyebut yang harus diwaspadai yakni curah hujan di sungai hulu. "Semoga di hulu tidak hujan, ditakutkan nanti merah lagi dan meluap, apalagi ini saja turun debit airnya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, debit air Sungai Bengawan Solo mengalami kenaikan signifikan pada Rabu (15/4) siang. Dari pantauan di Tinggi Muka Air (TMA) Jurug sendiri saat ini berada di Siaga Merah.

Dari pantauan detikJateng pukul 13.42 WIB, Tinggi Muka Air di Jurug setinggi 85,13 mdpl. Kondisi tersebut membuat Sungai Bengawan Solo masuk dalam kategori Siaga Merah.

Petugas jaga rumah pompa Jebres 3, Robertus Sugeng Sarwono, mengungkapkan bahwa kenaikan status dari Siaga Kuning ke Siaga Merah terjadi cukup signifikan sejak pagi hari.

"Saat ini dari pantauan ketinggian air 85.13 mdpl. Kalau menurut pantauan meteran di pompa Jurug, tadi jam 06.00 WIB pagi itu mulai naik. Dari Siaga Kuning langsung naik ke Siaga Merah. Memasuki Siaga Merah 84.96 mdpl," ujar Robertus saat ditemui di lokasi, Rabu (15/4/2026).

Menurut Robertus, kondisi Siaga Merah tersebut bertahan cukup lama hingga siang hari.

"Sampai jam 13.00 WIB (Siaga Merah). Tapi ini sekarang sudah mulai ada penurunan, sudah mulai surut sedikit," lanjutnya.




(aku/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads