Longsor menerjang lahan persawahan di Dusun Citran, Desa Ngepanrejo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Insiden ini menyisakan sesak bagi petani terdampak, karena ada lahan yang sudah siap dipanen.
"Tanah longsor hampir satu hektare. Tapi, kata insinyur (ahli) masih ada pengancaman (potensi longsor) karena (tanah bergerak dengan ada lubang) sudah setengah meteran," kata Kepala Desa Ngepanrejo, Nur Hakim, saat ditemui di kantor desa, Jumat (10/4/2026).
Nur mengatakan, sebelum kejadian longsor pada, Senin (6/4), pohon kelapa dan nangka sudah bergeser sekitar 2 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang longsor sawah milik sekitar 15-an orang. Terus yang terdampak (bertambah) hampir 40-an. Tambah, yang terkena material longsoran parah," sambung Nur.
"(Awalnya terdampak 20) Ternyata di sana (bawahnya) lebih banyak (terdampak)," imbung Nur.
Setelah kejadian longsor, kata Nur, BPBD Kabupaten Magelang sudah menuju lokasi longsor. "Bahkan Pak Grengseng (Bupati Magelang) nelpon saya, Alhamdulillah. Mau ngasih beras, sekarang sedang diambil. Kalau nggak salah sekitar 5 kuintal," ujarnya.
Selain sawah, kata Nur, bagian bawah merupakan tanah tegalan yang ditanami kapulaga, nangka, cengkeh banyak sekali. Kemudian ada juga sawah yang baru akan dipanen terkena longsoran.
"Yang ngenes (memprihatinkan) milik Pak Kozim. Tanah (penggarap) sudah dua hari lagi persiapkan ingkung (wiwitan) untuk panen. Sudah nggak kelihatan yang mau dipanen (padi tertimbun). Sampai nangis, sekitar 1.000-an meter persegi," tuturnya.
Sementara itu, salah satu warga Dusun Citran, Desa Ngepanrejo, Rohmad (53) mengatakan, sebelumnya kejadian longsor hujan deras sekali.
"Sawah paling atas milik Pak Robidin, yang paling lebar. Itu habis panen," kata Rohmad di lokasi sekitar longsoran.
Rohmad menambahkan, longsor yang bagian atas persawahan. "Yang bawah tegalan ditanami cengkeh, sere, kunir milik Mbah Kiai. Ada (pohon kelapa longsor) kurang lebih 4 atau 5, punya Pak Robidin juga punya Pak Mustofa, juga milik Mbah Kiai," tambahnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto mengatakan, penghitungan di Dinas Pertanian dan Pangan. "Penghitungan di Distanpangan. Karena sawah warga yang terdampak itu," kata Bambang.
Sedangkan, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Magelang, Romza Ernawan mengatakan, proses penghitungan yang longsor tersebut masih berlangsung.
"Yang longsor itu, belum menemukan luasan berapa, terus komoditas apa saja juga (masih pendataan). Iya, dalam proses perhitungan," kata Romza.
Sebagaimana diberitakan, tebing setinggi sekitar 30 meter lebar 50 meter di Dusun Citran, Desa Ngepanrejo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, longsor. Akibat longsor tersebut ada 20-an warga yang lahan sawahnya terdampak.
Insiden itu terjadi akibat hujan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur lokasi pada Senin (6/4) sekitar pukul 12.00-15.00 WIB. Longsor diketahui terjadi siang ini sekitar pukul 14.00 WIB.
"Itu kemarin (Senin) hujannya deras jam 16.00 WIB. Tapi nganu, agak jauh sama dusun, sawah itu (lokasi longsor)," kata Kepala Desa Ngepanrejo, Nur Hakim saat dihubungi detikJateng, Selasa (7/4).
