Jalan di perbatasan Kecamatan Ngawen dan Klaten Utara, Klaten longsor. Badan jalan ambles karena tererosi hujan deras.
"Longsor itu kemarin sekitar jam 15.00 WIB setelah hujan deras. Tahu-tahu mak blung," ungkap Antok, warga Dusun Tempel, Desa Drono, Kecamatan Ngawen kepada detikJateng, Jumat (11/4/2026) siang.
Dijelaskan Antok, setelah dicek ternyata badan jalan ambles dan aspal hilang. Oleh warga kemudian ditutup dengan rambu seadanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sama yang punya kebun dikasih itu (rambu pengaman). Kalau ada mobil atau motor kan bahaya," lanjut Antok.
"Sini pernah beberapa kali tapi tidak sebesar ini. Ditutup ambrol lagi," imbuhnya.
Pantauan detikJateng di lokasi, lokasi merupakan jalan perbatasan Desa Drono, Kecamatan Ngawen dengan Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara. Aspal ambles dan muncul lubang sedalam sekitar 2 meter dengan lebar 2 meter di dekat tebing.
Namun di lokasi muncul retakan aspal memanjang. Untuk pengamanan sementara diberi garis pembatas dan rambu agar kendaraan tidak lewat meskipun dilewati mobil kecil dan motor masih bisa.
Camat Ngawen, Poniran menyatakan sudah mengecek lokasi kejadian. Longsor akan dikoordinasikan dengan BPBD dan DPUPR.
"Kita laporkan kepada Kalak BPBD dan DPUPR, ini jalur utama dikhawatirkan mengganggu aktivitas karena posisinya di tikungan jalan. Tadi malam saya dapat laporan dan pagi ini ke sini," kata Poniran di lokasi.
Menurut Poniran, lokasi berada di perbatasan dua kecamatan. Dari keterangan warga longsor sudah beberapa kali tapi kecil-kecil dan ditambal warga.
"Informasinya itu bukan sekali tapi tidak sebesar ini, ditambal warga biasanya. Untuk sementara diberi pengaman," terang Poniran.
