Prabowo Target Elektrifikasi 100 GW dalam 2 Tahun, Bakal Tutup 13 PLTD

Prabowo Target Elektrifikasi 100 GW dalam 2 Tahun, Bakal Tutup 13 PLTD

Eko Susanto - detikJateng
Kamis, 09 Apr 2026 16:26 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (dok Youtube Setpres)
Foto: Presiden Prabowo Subianto. (dok Youtube Setpres)
Magelang -

Presiden Prabowo memaparkan sederet program menuju pemanfaatan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan impor BBM. Prabowo menargetkan elektrifikasi 100 GW dalam 2 tahun hingga produksi sedan listrik.

"Kita sadar bahwa sekarang tiap bangsa harus mandiri di bidang-bidang yang paling menentukan, yaitu di antaranya yang paling utama tentu pangan, habis itu energi. Negara yang sebesar kita, kalau masih mau merdeka, kalau masih mau survive, bertahan hidup, mau tidak mau kita harus mandiri. Dan energi adalah salah satu bidang yang sangat menentukan," kata Prabowo dalam sambutannya di PT VKTR Sakti Industries, Tempuran, Kabupaten Magelang, Kamis (9/4/2026).

"Alhamdulillah, akibat kerja sama yang baik di antara banyak pihak. Kita sudah mandiri di bidang pangan sudah relatif swasembada. Intinya kita sudah tidak takut masalah pangan. Yang penting sekarang adalah pemerataan, tidak boleh ada orang lapar di Indonesia," sambung Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bidang energi, kata Prabowo, Indonesia sangat kaya, sangat banyak sumber-sumbernya.

"Jadi di tengah dunia yang krisis, banyak negara cemas, kita harus waspada, tapi kita optimistis. Kita akan menghadapi tantangan beberapa bulan yang akan datang, tapi kita punya resources, kita punya sumber-sumber yang sangat kuat, sangat banyak. Walau bagaimana, kita harus hemat energi. Walau bagaimana, kita harus sekarang menuju energi yang bersih, energi terbarukan," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Prabowo merasa gembira dan sangat bangga. Karena Indonesia punya kemampuan untuk memproduksi bus dan truk listrik.

"Ini sangat-sangat penting dan memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," tegasnya.

"Kita akan membentuk perusahaan untuk memproduksi sedan. Sedan dari listrik. Jadi saudara, saya sudah putuskan akan kita jalankan program elektrifikasi 100 gigawatt. 100 gigawatt yang kita harapkan bisa dicapai dalam 2 tahun," imbuhnya.

"Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel, menggunakan solar tidak. Dengan itu kita akan tutup pembangkit listrik tenaga diesel 13 buah. Kita kan menghemat 200 ribu barel sehari. Kita masih perlu impor sekarang ini 1 juta barel sehari. Dengan kita tutup, kita menghemat langsung 20 persen," tambah Prabowo.

Dengan 100 gigawatt, kata Prabowo, negara akan menghemat sangat-sangat besar. Kemudian nantinya tidak perlu lagi impor BBM sama sekali.

"Mungkin kita 2, 3 tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali. Kita punya kekuatan besar, kita sungguh-sungguh, kita akan mandiri, kita akan kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri.

"Jadi untuk anak-anak muda, masa depan kita cerah. Yang bilang tidak cerah, yang bilang Indonesia gelap, mungkin matanya yang kurang bagus. Matanya dan hatinya, ya kita mau diapain. Orang kalau hatinya tidak tulus, matanya burem, ya Indonesia gelap. Indonesia tidak gelap, Indonesia sangat-sangat cerah, kita sangat kuat, semakin kuat, pertumbuhan kita baik. Tahun depan kita akan bikin kejutan untuk seluruh dunia," pungkasnya.




(aku/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads