Israel Mendadak Serang Lebanon, Gencatan Senjata Cuma dengan Iran

Internasional

Israel Mendadak Serang Lebanon, Gencatan Senjata Cuma dengan Iran

Rolando Fransiscus Sihombing - detikJateng
Rabu, 08 Apr 2026 23:32 WIB
Ilustrasi gencatan senjata.
Ilustrasi perang. Foto: Freepik/pvproductions
Solo -

Militer Israel melakukan serangan mendadak ke Lebanon. Serangan itu disebut menargetkan ratusan anggota Hizbullah. Israel bersikeras bahwa gencatan senjata dua minggu dalam perangnya dengan Iran tidak berlaku untuk Lebanon.

"IDF melakukan serangan mendadak terhadap ratusan anggota Hizbullah di pusat-pusat komando di seluruh Lebanon. Ini adalah pukulan terkonsentrasi terbesar yang diderita Hizbullah sejak Operasi Beepers," kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam pernyataan video, merujuk pada operasi besar tahun 2024 terhadap Hizbullah yang melibatkan bom pager dilansir AFP, Rabu (8/4/2026), dikutip dari detikNews.

Serangkaian serangan di Beirut pada Rabu (8/4) itu menyebabkan kepanikan penduduk. Militer Israel mengatakan telah melakukan "serangan terkoordinasi terbesar di seluruh Lebanon".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut wartawan AFP, serangan serentak tanpa peringatan di ibu kota itu membuat orang-orang di jalanan berlarian dan pengendara membunyikan klakson mereka untuk membuka jalan.

"Saya melihat ledakan itu, sangat kuat, dan ada anak-anak yang tewas, beberapa dengan tangan mereka terputus," kata Yasser Abdallah, yang bekerja di toko peralatan rumah tangga di pusat Beirut, kepada AFP.

ADVERTISEMENT

Salah satu serangan menghantam Corniche al-Mazraa, salah satu jalan utama di ibu kota. Menurut seorang fotografer AFP, serangan itu menimbulkan kerusakan yang meluas, mobil-mobil hancur, dan bangunan terbakar.

"Sebuah pesawat menabrak, dan orang-orang mulai berlari ke kiri dan ke kanan, dan asap mengepul" dari gedung yang menjadi sasaran, kata saksi lain, Ali Younes.

Israel juga menyerang pinggiran selatan Beirut dan Lebanon selatan, tempat Hizbullah berkuasa, setelah mengeluarkan peringatan evakuasi untuk daerah-daerah ini, bersamaan dengan serangan di timur. Sirene ambulans terdengar di daerah-daerah yang menjadi sasaran.

Diketahui, Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu pada hari Selasa dalam upaya menit-menit terakhir untuk mencegah kehancuran total yang diancam oleh Presiden AS Donald Trump.

Menurut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, gencatan senjata itu tidak termasuk pertempuran negaranya dengan Hizbullah di Lebanon.

"Kami bersikeras untuk membedakan antara arena Iran dan Lebanon untuk mengubah realitas di Lebanon dan menghilangkan ancaman dari penduduk di utara," ujar Katz.

"Kami telah memperingatkan Naim Qassem bahwa Hizbullah akan membayar harga yang sangat mahal karena menyerang Israel atas nama Iran--dan hari ini kami telah melaksanakan tahap lain dari janji itu," imbuhnya, merujuk pada pemimpin kelompok bersenjata yang didukung Iran tersebut.

Sementara itu Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan, dalam penghitungan sementara, puluhan orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangkaian serangan Israel di seluruh Lebanon pada hari Rabu.



(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads