Kemlu RI Upayakan Evakuasi 35 ABK WNI Terjebak di Pesisir Iran

Internasional

Kemlu RI Upayakan Evakuasi 35 ABK WNI Terjebak di Pesisir Iran

Taufiq Syarifudin - detikJateng
Rabu, 08 Apr 2026 15:40 WIB
Plt Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional (KPI) Kemlu, Veronica Vicka Ancilla Rompis (tengah)-(Taufiq/detikcom)
Foto: Plt Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional (KPI) Kemlu, Veronica Vicka Ancilla Rompis (tengah)-(Taufiq/detikcom)
Solo -

Kementrian Luar Negeri (Kemlu) menyebut masih ada ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tertahan akibat perang di Asia Barat. Sebanyak 35 orang di antaranya adalah anak buah kapal (ABK) yang berada di Selat Hormuz.

Dikutip dari detikNews, Plt Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Heni Hamidah mengatakan ada 720 WNI yang tertahan karena kendala penerbangan di Timur Tengah akibat situasi perang AS-Israel dan Iran. Penangan sudah dilakukan dan menunggu jadwal kepulangan.

"Terdapat 720 WNI yang tertahan karena disrupsi penerbangan di berbagai wilayah di Timur Tengah dan sudah dalam penanganan untuk menunggu penerbangan ke Tanah Air," Heni Hamidah dalam konferensi pers di Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan yang masih tertahan di sana, Heni menyebut ada 281 orang yang 35 di antaranya berada di atas kapal-kapal yang berada di Selat Hormuz.

"Saat ini, masih tercatat total sekitar 281 orang WNI yang berada di wilayah Iran, 35 orang di antaranya adalah ABK yang berada di kapal-kapal yang di pesisir Iran," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Langkah yang dilakukan Kemlu RI yaitu terus berkomunikasi dengan KBRI Teheran untuk para WNI residen maupun yang nonresiden. Kini, Kemlu sedang membuat rencana untuk melakukan evakuasi WNI tersebut.

"KBRI terus mematangkan rencana evakuasi tahap berikutnya dengan melakukan kontak dengan para WNI yang telah menyatakan siap untuk dievakuasi," ujarnya.

Proses evakuasi akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Hal itu untuk menjamin keselamatan WNI yang akan dievakuasi.

"Mengingat perlu dipastikan bahwa pergerakan para WNI tersebut juga dilakukan melalui rute-rute yang aman, baik pada saat menuju titik kumpul maupun pergerakan menuju titik destinasi evakuasi di negara lain," tegasnya.



(alg/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads