Murid SMP 2 Sumberlawang Sragen Ditemukan Tewas, Diduga akibat Berkelahi

Murid SMP 2 Sumberlawang Sragen Ditemukan Tewas, Diduga akibat Berkelahi

Tara Wahyu NV - detikJateng
Selasa, 07 Apr 2026 15:59 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi penemuan mayat murid SMP 2 Sumberlawang Sragen. Foto: Thinkstock
Sragen -

Seorang siswa ditemukan meninggal dunia di toilet sekolah. Siswa berinisial WA yang merupakan siswa kelas 8 di SMP Negeri 2 Sumberlawang itu diduga tewas akibat perkelahian.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Sumberlawang, AKP Sudarmaji. Sudarmaji mengatakan memang ada laporan pada Selasa (7/4) siang bahwa ada perkelahian yang menyebabkan siswa tewas.

"Iya betul," katanya dihubungi detikJateng saat ditanya soal kabar perkelahian hingga menyebabkan siswa meninggal dunia, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirinya mengatakan, Polsek Sumberlawang mendapat laporan sekira pukul 12.00 WIB. Ia mengaku mendapat laporan langsung dari Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sumberlawang.

ADVERTISEMENT

"Kejadian di SMP 2, untuk kejadian tadi itu dikabari dari kepala sekolah itu sekitar jam 12.00," ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa jenazah saat ini masih berada di RSUD Sragen.

"Ini masih di kamar jenazah. Untuk detailnya nanti dulu," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sumberlawang, Agung Jatmiko mengatakan bahwa korban saat ini masih duduk di kelas 8. Ia sendiri enggan banyak bicara soal kejadian tersebut.

"Kelas delapan, lha itu saya kurang tahu (meninggal karena apa?) kurang tahu persis. Yang jelas kan kronologinya seperti apa saya tadi belum tahu. Begitu datang saya langsung lapor dinas tadi, terus disuruh ke sini tadi menjemput Bapak," tuturnya.

Sementara Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SMP Disdikbud Sragen, Yuni Susilawati, menuturkan insiden itu melibatkan sesama murid kelas 8. Ia juga menegaskan bahwa saat kejadian, aktivitas belajar mengajar di sekolah sedang berlangsung normal.

"Sesama kelas 8. Iya (diduga perkelahian?) Tidak ada unsur dari bapak-ibu guru karena mereka juga ini sedang ada proses TKA (Tes Kemampuan Akademik), kemudian juga sedang proses pembelajaran," jelasnya.




(apu/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads