Petani Pekalongan Linglung Usai Hilang Semalaman, Warga Yakin Digondol Wewe

Petani Pekalongan Linglung Usai Hilang Semalaman, Warga Yakin Digondol Wewe

Robby Bernardi - detikJateng
Senin, 06 Apr 2026 12:53 WIB
Warga mengerumuni petani yang sempat hilang di Pekalongan.
Warga mengerumuni petani yang sempat hilang di Pekalongan. Foto: Dok Polsek Kandangserang
Pekalongan -

Seorang petani bernama Solihin (57) bikin geger warga Desa Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, karena sempat hilang seharian sebelum ditemukan dalam kondisi linglung dan tanpa busana sekitar 7 kilometer dari sawahnya. Warga setempat sempat mengaitkan hilangnya Solihin karena diculik makhluk halus bernama Wewe.

Kepala Desa Garungwiyoro, Jariyah, membenarkan keyakinan yang sempat berkembang di masyarakat sekitar bahwa Solihin digondol makhluk halus. Apalagi, di lokasi yang sama juga pernah terjadi hal serupa, bahkan sampai sekarang belum ditemukan.

"Hilangnya Pak Solihin memicu mitos yang berkembang dan obrolan di tengah masyarakat setempat bahwa Pak Solihin dibawa Wewe," katanya saat dimintai konfirmasi detikJateng, Senin (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cerita kental lokasi sawah sebagai tempat singit atau wingit tersebut memang diakuinya sudah ada sebelumnya.

"Ya, sawah tempat Pak Solihin mengolah sawahnya itu memang terkenal dengan 'wingit' atau 'singit'," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

"Lokasi tempat korban bekerja memang dikenal cukup wingit. Beberapa tahun silam, di lokasi yang sama pernah terjadi peristiwa serupa di mana seorang warga hilang dan hingga kini belum ditemukan," imbuhnya.

Diketahui, awal mula Solihin dilaporkan hilang ketika dia pamit untuk menggarap sawah pada Sabtu (4/4) pukul 07.00 WIB.

Sawah yang digarap berada di Blok Gunung Damar, sekitar 5 kilometer dari permukiman warga dan berbatasan dengan kawasan hutan Perhutani Paninggaran.

"Biasanya beliau pulang sekitar jam 5 sore. Tapi hari itu tidak pulang, sehingga keluarga menyusul ke sawah untuk mencarinya," ujar Jariyah.

Keluarga yang melakukan pencarian menemukan bekal makanan korban masih utuh. Pakaian korban juga ditemukan dalam kondisi berserakan di lokasi.

Saat itu, pencarian digelar keluarga bersama warga hingga Minggu (5/4) dini hari. Namun hasilnya nihil.

Barulah pada Minggu pagi sekitar pukul 07.30 WIB, warga mendapat kabar Solihin ditemukan di area persawahan Desa Bubak, berjarak sekitar 6-7 kilometer dari lokasi lahan pertaniannya.

"Posisi saat itu Pak Solihin sudah dalam kondisi lemas, wajahnya sudah pucat, dan tubuhnya penuh dengan luka goresan yang diduga akibat goresan rumput-rumput liar atau taman perdu liar," kata Jariyah.

Sementara Kapolsek Kandangserang, Iptu Slamet Riyadi, menjelaskan kondisi Solihin saat ditemukan linglung.

Terdapat luka goresan dan memar ringan, di mana pihaknya menduga berasal dari gesekan dengan rumput liar atau semak belukar, bukan akibat kekerasan.

Korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini, korban tengah dirawat di RS Kajen, dalam kondisi linglung, belum bisa dimintai keterangan.




(apu/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads