Tiga titik tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo dan Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak jebol pada Jumat (3/4/2026). Banjir terjadi di 10 desa yang berada di 4 kecamatan.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono. Menurutnya, meski dampak meluas, ketinggian air cenderung menurun.
"10 desa di empat kecamatan terdampak banjir. Ini surut dan mulai normal, karena debit air dari atas sudah menyusut," kata Agus saat dihubungi detikJateng, Minggu (5/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara rinci, wilayah yang terdampak yakni Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, Bumiharjo di Kecamatan Guntur; Desa Sarimulyo dan Solowire di Kecamatan Kebonagung; Desa Ploso dan Grogol di Karangtengah; serta Desa Lempuyang di Kecamatan Wonosalam.
"Wilayah Desa Trimulyo kondisi ketinggian air 50-70 cm, kondisi tren turun. Desa Ploso kondisi ketinggian air 30-40 cm, kondisi tren turun. Desa Tlogorejo kondisi ketinggian air 20-40 cm, kondisi tren turun," terang Agus.
"Wilayah Desa Grogol kondisi ketinggian air 25-30 cm, dan terdapat limpasan di Desa Turitempel, kondisi masih aman," imbuhnya.
Pantauan detikJateng di Desa Trimulyo, ketinggian air di jalan utama warga sudah turun signifikan. Jalan yang semula tergenang banjir hingga setinggi lutut di beberapa titik sudah surut dan hanya menyisakan genangan kecil.
Namun di permukiman warga, banjir masih cukup dalam. Di RT 4 RW 4 misalnya, ketinggian banjir masih setinggi lutut orang dewasa. Selain itu di RT 1 dan 2 RW 5, ketinggian banjir bahkan masih ada yang hampir setinggi dada.
Warga sudah mulai bekerja bakti membersihkan rumah dan lingkungan dari lumpur. Selain itu, sebagian dari mereka juga tampak menjemur gabah simpanannya yang basah karena kebanjiran.
Dua unit ekskavator juga tampak telah dikerahkan di tanggul jebol Dusun Solondoko. Alat berat itu mulai menutup lubang yang menganga selebar 30 meter.
Agus menuturkan jumlah pengungsi hampir menyentuh angka 3 ribu orang. Namun menurutnya, mereka sudah berangsur-angsur pulang.
"Pengungsi 2.867 jiwa. Ini pengungsi sudah mulai pulang ke rumah, karena di Trimulyo, Tlogorejo, dan Sidoharjo sudah surut. (Pengungsi) yang di (Kantor) Kecamatan Guntur juga minta kembali ke rumah," jelas Agus.
Kabupaten Demak juga telah menetapkan status tanggap darurat sejak peristiwa ini terjadi pada Jumat (3/4/2026) kemarin. Agus menyebut masa tanggap darurat bakal berlaku selama dua pekan.
"Statusnya sudah tanggap darurat, sejak tanggal 3, berlaku 14 hari ke depan hingga tanggal 17," pungkas Agus.
Terpisah, warga RT 1 RW 5, Ismono menuturkan di Dusun Solondoko tercatat ada puluhan rumah yang rusak. Sebagian rumah bahkan hanyut tak tersisa.
"Rumah rusak berat ada 13, rumah hanyut ada sembilan, rumah rusak ringan ada enam," jelas Ismono.
Diberitakan sebelumnya, Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono pada Sabtu (4/4/2026) menyampaikan total ada delapan desa yang terdampak banjir akibat jebolnya tiga titik tanggul Sungai Tuntang, Jumat (3/4).
"Delapan desa di empat kecamatan terdampak. Wilayah Desa Trimulyo tergenang air dengan ketinggian air 100-150 cm, kondisi Jalan Desa Trimulyo tidak bisa dilalui kendaraan kecil," terang Agus.
"Jebolan di Desa sidoharjo air mengalir di persawahan. Wilayah Desa Ploso tergenang air dengan ketinggian 100-150 cm. Terdapat limpasan di Desa Turitempel dan Desa Sumberejo, Desa Solowire dan Desa Sarimulyo Kecamatan Kebonagung terdampak limpasan debit air sungai," imbuhnya.
Agus menjelaskan tiga titik tanggul yang jebol berada di Desa Trimulyo dan Sidoharjo, Kecamatan Guntur. Lebarnya ada yang mencapai 30 meter.
"Kondisi tanggul jebol di Desa Trimulyo Dukuh Solondoko sekitar 30 meter, Desa Trimulyo Dukuh Solowire 10 meter, di Desa Sidoharjo 15 meter," ungkap Agus.
