Puluhan Warga Demak Mengungsi Imbas Tanggul Sungai Tuntang Jebol

Puluhan Warga Demak Mengungsi Imbas Tanggul Sungai Tuntang Jebol

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Sabtu, 04 Apr 2026 10:39 WIB
Banjir di jalan Desa Tlogorejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Sabtu (4/4/2026).
Banjir di jalan Desa Tlogorejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Sabtu (4/4/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Demak -

Puluhan warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, mengungsi imbas banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang, kemarin.

Tanggul Sungai Tuntang di wilayah Desa Trimulyo dan Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Demak, jebol sebanyak tiga titik pada Jumat (3/4) siang. Dampak banjir itu meluas hingga ke sejumlah wilayah lain.

Pantauan detikJateng di lokasi hari ini, genangan banjir setinggi lutut sudah mencapai permukiman dan jalan di Desa Grogol, Kecamatan Karangtengah. Di Desa Turitempel dan Tlogorejo, air banjir juga sudah masuk ke rumah warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perangkat Desa Tlogorejo, Ali, mengatakan banjir mulai menggenangi wilayahnya sejak Jumat (3/4) menjelang sore. Ketinggian banjir sempat mencapai di atas lutut orang dewasa.

"(Mulai banjir) Kemarin sekitar jam 14.30 sore, cepet banget (air naik). 70 sentimeter ada, sudah di atas lutut. Sekarang sekitar 50 cm," kata Ali saat ditemui detikJateng di Balai Desa Tlogorejo, Sabtu (4/4/2026).

ADVERTISEMENT
Banjir di jalan Desa Tlogorejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Sabtu (4/4/2026).Banjir di jalan Desa Tlogorejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Sabtu (4/4/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng

Ali menyebut sebagian besar wilayah di desanya terdampak banjir. Menurutnya, air juga masuk ke rumah-rumah warga.

"Total di sini ada 6 RW, 19 RT, yang terdampak banjir sekitar ada 70 persen, sekitar 650 KK (kepala keluarga). Ada (banjir yang sampai masuk ke rumah warga), tapi yang di dataran rendah, tingginya seatas polok (mata kaki)," ujar Ali.

Ali mengatakan, sebagian warganya mengungsi ke desa sebelah. Pihaknya juga mendirikan posko kesehatan di balai desa.

"Sebagian kecil warga ada yang mengungsi, ada yang tetap di rumah. Ada yang di tetangga, ada yang di sebelah desa, ada yang di Tunjungrejo, ada yang di (Kecamatan) Wonosalam. Kira-kira (yang mengungsi) 50 jiwa ada," ungkap Ali.

"Di sini (balai desa) kita menyiapkan posko kesehatan sama bidan desa, tapi belum ada yang datang," tambahnya.

Selain menggenangi permukiman, Ali menjelaskan, banjir juga merendam ratusan hektare persawahan. Ia khawatir padi yang baru memasuki masa tanam mati karena terlalu lama terendam banjir.

"Kalau air lama enggak surut itu tanaman padi mati semua. Ini masa pupuk pertama, umur sekitar 25 sampai 30 hari. (Sawah yang terendam) sekitar 200 hektare khusus Tlogorejo," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo dan Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, jebol pada Jumat (3/4/2026) siang. Peristiwa ini mengakibatkan banjir masuk ke perumahan warga hingga setinggi satu meter.

Perangkat Desa Trimulyo, Rofiq, mengatakan tanggul Sungai Tuntang jebol sekitar pukul 11.00 WIB. Tanggul yang tak mampu menahan debit air imbas hujan deras ditengarai menjadi penyebabnya.

Rofiq merinci ada tiga titik tanggul yang jebol di dua desa. Di wilayahnya, lebar tanggul jebol mencapai sekitar 15 meter.

"(Tanggul jebol ada) dua untuk Trimulyo, tambah satu untuk di Kelurahan Sidoharjo. Trimulyo (lebarnya) sekitar yang di RT 1 RW 4 itu kurang lebih di 10 meter, untuk yang di RT 1 RW 5 kurang lebih di 15 meter," ujar Rofiq.

Rofiq menyebut peristiwa ini membuat wilayah permukiman di Desa Trimulyo terendam banjir. Kemarin, ketinggian banjir di dalam rumah warga bahkan mencapai satu meter.

"Untuk warga dampaknya jelas, untuk RW 3 itu 4 RT full (terdampak) ketinggian yang masuk rumah satu meter. Terus untuk RW 4 itu 6 RT juga full satu meter. Untuk RW 5 itu 3 RT, terus untuk RW 6 itu ada 5 RT. Terus untuk RW 2 itu ada 3 RT yang terdampak," terang Rofiq.

"(Kejadian) sekitar jam 11.00 WIB, mas. Karena debit air terlalu tinggi. Semalam hujan, tapi kalau hujan di sini tuh enggak ngaruh dengan Kali Tuntang. Yang fatal itu kalau hujan di daerah atas, daerah Kedungjati (Kabupaten Grobogan), itu tetap larinya ke Tuntang," kata Rofiq melalui telepon pada detikJateng, Jumat (3/4/2026) sore.

Rofiq merinci ada tiga titik tanggul yang jebol di dua desa. Di wilayahnya, lebar tanggul jebol mencapai sekitar 15 meter.

"(Tanggul jebol) Ada dua untuk Trimulyo, tambah satu untuk di Kelurahan Sidoharjo. Trimulyo (lebarnya) sekitar10 meter yang di RT 1 RW 4. Di RT 1 RW 5 (lebarnya) kurang lebih di 15 meter," ujar Rofiq.



(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads