LDA Sebut Viral Kerusakan di Panggung Sanggabuwono Video Lama

LDA Sebut Viral Kerusakan di Panggung Sanggabuwono Video Lama

Tara Wahyu NV - detikJateng
Jumat, 03 Apr 2026 21:08 WIB
Suasana Keraton Kasunanan Surakarta, Sabtu (13/12/2025).
Suasana Keraton Kasunanan Surakarta, Sabtu (13/12/2025). Foto: dok. detikJateng
Solo -

Lembaga Dewan Adat (LDA) menyebut video kerusakan di Panggung Sanggabuwono merupakan video lama. Kerusakan-kerusakan itu terjadi sebelum adanya revitalisasi.

"Itu video lama, apa yang ada di video itu tidak sesuai. Saat ini tidak ada masalah, kalau ada kita terus melakukan perawatan," kata Ketua Eksekutif LDA, KPH Eddy Wirabhumi saat dihubungi, Jumat (3/4/2026).

Eddy menjelaskan bahwa selama revitalisasi berlangsung menggandeng Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) X untuk menentukan titik yang perlu direvitalisasi. Bahkan, dari hal kecil juga menjadi pertimbangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BPK itu menentukan mana yang harus diganti mana yang tidak. Termasuk bahkan catnya mana yang dipakai, merek apa warna apa gitu itu kita selalu bersama BPK," ujarnya.

Mengenai beberapa kerusakan yang ada di video, Eddy mengatakan ada beberapa gambar yang tidak sesuai aslinya. Ia mencontohkan jendela yang dibilang sebagai pintu.

ADVERTISEMENT

"Kalau saya urai apa yang menjadi catatan mereka, yang dilingkar-lingkari yang di luar itu, yang kayak jendela tapi kemudian itu pintu, kamuflase itu, itu tidak pernah. Kemudian itu dicat seolah-olah pintu gitu enggak pernah di dalam," ucapnya.

Sedangkan adanya jamur dan lumut, Eddy mengatakan bahwa terakhir dilihat sudah dibersihkan semua. Sedangkan narasi adanya kebocoran, pihaknya mengklaim itu hanya air hujan yang masuk ke Sanggabuwana.

"Yang di luar juga memang sempat ada apa jamur-jamur, lumut-lumut yang muncul itu ya sudah bersih sebelum itu viral sudah bersih lagi tapi kalau enggak percaya dicek ulang ya itu bagian dari perawatan biasa," terangnya.

"Kaitan sama kebocoran gitu. Mereka itu ngambil gambar itu tidak di lantai tidak sampai lantai paling atas. Jadi itu di bawah lantai paling atas karena lantai paling atasnya terkunci dan tidak ada kebocoran di atas. Kalaupun ada air di lantai dua itu tampias dari jendela yang mana di atas jendela itu kan ada yang bolong itu nah itu memang waktu itu belum dipasang ini apa namanya yang kayak kaca itu itu untuk mengurangi tampiasnya itu," sambungnya.

Dirinya memastikan bahwa pascarevitalisasi Panggung Sanggabuwana tidak ada kerusakan.

"Nggak ada masalah, kita melangkah ke depan bagaimana keraton-keraton yang di antara menjadi indah itu menurut saya lebih menarik untuk dijalankan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rekaman video beredar memperlihatkan kondisi atap Panggung Sanggabuwono bocor usai direvitalisasi. Pihak Paku Buwono XIV Purbaya menanggapi soal itu.

Selain bocor, sejumlah kerusakan juga terlihat di video yang diunggah oleh akun Instagram @seputar_surakarta. Dari video yang beredar terdapat kaca yang pecah, kayu yang sudah dimakan rayap, cat yang mengelupas, selain itu tangga juga mengelupas. Padahal, Panggung Sanggabuwana diresmikan oleh Menteri Kebudayaan pada 16 Desember 2025.

Mengenai sejumlah kerusakan itu, juru bicara Paku Buwono XIV Purbaya, KPA Singonagoro mengaku sempat menanyakan kondisi Panggung Sanggabuwono. Dari informasi yang ia dapat, kondisi Panggung Sanggabuwono seperti video yang beredar.

"Saya konfirmasi memang di dalam kondisinya seperti itu. Kami menyayangkan Pak Menteri melakukan revitalisasi yang secara harfiah bermaksud bagus, baik, tapi dengan pengerjaan asal-asalan seperti ini kan menghemat citra Kementerian Kebudayaan tentunya," katanya saat dihubungi detikJateng, Jumat (3/4/2026).

Singonagoro mengaku sempat curiga mengenai kondisi Panggung Sanggabuwono saat acara Grebeg Poso. Ia menyebut, beberapa tembok sudah berlumut.

"Pas waktu Hajat Dalem Grebeg Syawal atau Poso itu, saya melihat nampaknya dari luar kondisi temboknya sudah lumutan. Yang baik dari sisi yang dilihat dari arah Semarakata dan juga dari dalam, samping sebelah barat ya. Di situ terlihat seperti undak-undakan kecil yang sudah berupa lumut," ucapnya.



(alg/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads