Viral Kerusakan Panggung Sanggabuwono, Ini Kata Kubu PB XIV Purbaya

Viral Kerusakan Panggung Sanggabuwono, Ini Kata Kubu PB XIV Purbaya

Tara Wahyu NV - detikJateng
Jumat, 03 Apr 2026 17:24 WIB
Suasana Keraton Kasunanan Surakarta, Sabtu (13/12/2025).
Suasana Keraton Kasunanan Surakarta, Sabtu (13/12/2025). Foto: dok. detikJateng
Solo -

Rekaman video beredar memperlihatkan kondisi atap Panggung Sanggabuwono bocor usai direvitalisasi. Pihak Paku Buwono XIV Purbaya menanggapi soal itu.

Selain bocor, sejumlah kerusakan juga terlihat di video yang diunggah oleh akun Instagram @seputar_surakarta. Dari video yang beredar terdapat kaca yang pecah, kayu yang sudah dimakan rayap, cat yang mengelupas, selain itu tangga juga mengelupas. Padahal, Panggung Sanggabuwana diresmikan oleh Menteri Kebudayaan pada 16 Desember 2025.

Mengenai sejumlah kerusakan itu, juru bicara Paku Buwono XIV Purbaya, KPA Singonagoro mengaku sempat menanyakan kondisi Panggung Sanggabuwono. Dari informasi yang ia dapat, kondisi Panggung Sanggabuwono seperti video yang beredar.

"Saya konfirmasi memang di dalam kondisinya seperti itu. Kami menyayangkan Pak Menteri melakukan revitalisasi yang secara harfiah bermaksud bagus, baik, tapi dengan pengerjaan asal-asalan seperti ini kan menghemat citra Kementerian Kebudayaan tentunya," katanya saat dihubungi detikJateng, Jumat (3/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Singonagoro mengaku sempat curiga mengenai kondisi Panggung Sanggabuwono saat acara Grebeg Poso. Ia menyebut, beberapa tembok sudah berlumut.

"Pas waktu Hajat Dalem Grebeg Syawal atau Poso itu, saya melihat nampaknya dari luar kondisi temboknya sudah lumutan. Yang baik dari sisi yang dilihat dari arah Semarakata dan juga dari dalam, samping sebelah barat ya. Di situ terlihat seperti undak-undakan kecil yang sudah berupa lumut," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Dari situ, ia menduga adanya revitalisasi yang asal-asalan. Ia juga menanyakan kondisi Panggung Sanggabuwono ke teman-temannya.

"Nah, di situ kami menduga bahwa revitalisasi yang dilakukan Kementerian Kebudayaan ini asal-asalan, tidak melibatkan tokoh-tokoh ahlinya. Terus beredar video yang di dalam, saya konfirmasi beberapa teman-teman, memang di dalam kondisinya seperti itu, sesuai dengan video yang beredar," terangnya.

Dirinya pun mempertanyakan kajian yang dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan dalam revitalisasi Panggung Sanggabuwono. Pihaknya juga mengaku telah mewanti-wanti terhadap pengerjaan revitalisasi.

"Pada dasarnya kami dari awal sudah mewanti-wanti dan mengingatkan kepada Pak Menteri dan juga para pembantunya yang mengerjakan revitalisasi itu. Yang kami selalu ingatkan, pertama, kajian akademisnya," terangnya.

"Sampai hari ini kami tidak pernah tahu bahwa Pak Menteri itu melakukan revitalisasi secara terbuka, transparan, dan dengan metode pengerjaan yang sesuai dengan kaidah-kaidah pelestarian cagar budaya. Itu kami belum tahu," sambungnya.

Pascarevitalisasi Panggung Sanggabuwono, ia mengaku pihak Paku Buwono XIV Purbaya tidak bisa masuk maupun mengakses ke dalam. Termasuk Sri Susuhunan Pakubuwono Empat Belas atau PB XIV Purbaya tidak bisa masuk.

"Kalau untuk masuk, akses kuncinya sekarang dipegang seluruh pengguna. Jadi Sinuwun juga pascarevitalisasi belum masuk. Termasuk museum juga kami mendengar ada ketidaksesuaian dalam pengerjaan revitalisasi itu, seperti atap dan plafon cat," bebernya.

Juru bicara Paku Buwono XIV Purbaya itu mendorong Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit keterbukaan revitalisasi.

"Kami mendorong BPK ke depan harus mengaudit terkait keterbukaan revitalisasi yang dilakukan Kementerian Kebudayaan ini. Selain itu, secara anggaran juga tidak transparan, berapa anggarannya, dari mana sumbernya," pungkasnya.



(alg/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads