Direktur Utama (Dirut) BULOG Ahmad Rizal Ramdhani melakukan kunjungan kerja di Blora. Saat menuju ke pabrik gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) Bos BULOG tersebut dihadang oleh petani tebu.
Penyetopan tersebut tidak lain imbas dari aksi unjuk rasa petani tebu pada Kamis (2/4) kemarin yang menuntut PG PT GMM kembali giling.
Penghadangan dilakukan di 'Posko Perjuangan APTRI dan petani tebu Blora' yang lokasinya tidak jauh dari pabrik gula di wilayah Kecamatan Todanan, Blora.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratusan petani yang menyetop rombongan Bos BULOG ini ingin menemui pimpinan BULOG tersebut.
Seorang petani yang juga anggota Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Khoirul Anwar saat ditemui di posko perjuangan mengatakan bahwa penghadangan dilakukan secara spontan, setelah mendapatkan informasi bahwa akan ada kunjungan Dirut BULOG di PG PT GMM.
"Ya dengan cepat kita berkumpul bersama di posko untuk siap siap menghadang dengan Pak Direktur BULOG," jelasnya saat ditemui di posko perjuangan, Jumat (3/4/2026).
Dirut BULOG Ahmad Rizal Ramdhani saat memberikan komentar di area PT GMM Blora. Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng |
Dia mengaku tidak diundang dalam kunjungan kerja di pabrik gula. Momen kedatangan Rizal pun tidak disia-siakan. Mereka langsung menghadang di ruas jalan Todanan arah pabrik dengan membentangkan sepanduk dan banner yang bertuliskan keluhan petani.
"Ini adalah peluang emas untuk bertemu Pak Direktur BULOG. Secara spontan kita langsung aksi cepat memasang spanduk-spanduk agar beliau membaca apa yang diinginkan petani. Secara dadakan spanduk dengan karung-karung, bekas pupuk, kita bentangkan di jalan. (Hadang) di sini, di depan posko," jelas dia.
Para petani tebu meminta kepada Rizal turun dari mobil untuk berdialog dengan petani. Petani tebu juga meneriakkan apa yang menjadi keinginan mereka sembari membentangkan spanduk dan poster.
"Begitu dia mau lewat, kita hadang bersama-sama. Kita minta Pak Direktur BULOG turun untuk menjelaskan atau memberikan statement langsung ke petani yang menghadang beliau," ucap Khoirul.
Meski dihadang dan diminta untuk turun, Rizal tidak turun hingga aparat kepolisian dan TNI mengamankan lokasi. Kemudian rombongan dan petani tebu diarahkan ke pabrik gula.
"Kita enggak diundang, kita ya hadang di jalan. Tidak sempat turun, kita tahan terus. Sampai pihak keamanan turun. Tujuan kita bukan anarkis. Terus kemudian kita diajak ke sana (pabrik gula PT GMM)," jelasnya.
Ratusan petani tebu kemudian beramai-ramai menuju ke pabrik GMM.
"Iya, alhamdulillah kita diarahkan ke pabrik bersama-sama. Ya sudah kita beramai-ramai menuju pabrik. Disambut di halaman pabrik, dia mengajak dialog dengan para petani dan masyarakat ring satu," jelas dia.
Sementara itu, Dirut BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa dirinya mengajak untuk berdialog dengan petani tebu di dalam pabrik.
"Tadi biar enak kita ngobrol di dalam (pabrik PT GMM), kalau di jalan kan enggak enak," jelas dia.
Dia mengatakan bahwa hasil pertemuan spontan dengan petani tersebut bahwa pihak BULOG akan membeli hasil panen tebu dari petani.
"Jadi sore ini kami jelaskan ke masyarakat untuk memberikan kepastian. Jadi tebunya masyarakat yang nanti akan panen di bulan kelima ke atas itu nanti akan diserap atau dibeli oleh BULOG," jelasnya.
(alg/alg)












































