Brukk! Atap Ruang Kelas SDN 2 Sribit Klaten Ambruk

Brukk! Atap Ruang Kelas SDN 2 Sribit Klaten Ambruk

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Jumat, 03 Apr 2026 09:25 WIB
Atap ruang kelas SDN 2 Sribit, Kecamatan Delanggu, Klaten roboh. Runtuhnya ruang kelas itu diduga karena atap yang sudah rapuh.
Atap SDN 2 Sribit, Kecamatan Delanggu, Klaten ambruk. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng.
Klaten -

Atap ruang kelas SDN 2 Sribit, Kecamatan Delanggu, Klaten roboh. Runtuhnya ruang kelas itu diduga karena atap yang sudah rapuh.

"Bukan karena angin tapi karena atap bangunan kayu sudah keropos atau rapuh. Tidak ada korban luka," terang Kapolsek Delanggu AKP Jaka Waloya kepada detikJateng, Jumat (3/4/2026) pagi.

Dijelaskan Jaka, atap ruang kelas tersebut ambruk pada hari Kamis (2/4). Tidak ada korban karena sekolah sudah kosong dan siswa sudah pulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadian pas kosong siswa sudah pulang sekolah. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian tersebut," ungkap Jaka.

"Kita sudah cek bersama Bhabinkamtibmas setempat dan piket Polsek begitu ada informasi kejadian," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Ruangan yang roboh atapnya dari pantauan detikJateng berada di sisi selatan. Ukuran ruangan sekitar 7 x 8 meter dengan atap kayu dan genteng tanah liat.

Atap ambruk total menimpa ruangan kelas. Lokasi belum dibersihkan dan masih terpasang garis polisi di bagian teras.

Warga sekitar, Yuni (47) menceritakan atap yang roboh merupakan kelas 2. Kejadian sekitar pukul 13.00 WIB dan sekolah sudah sepi.

"Pokoknya habis zuhur kejadiannya, sekitar jam 13.00 WIB. Nggak ada siswa, siswa sudah pulang semua," kata Yuni kepada detikJateng di lokasi.

Menurut Yuni, di sekolah masih ada para guru karena saat kejadian belum pulang. Saat kejadian tidak ada hujan atau angin di lokasi.

"Tidak ada hujan atau angin, kayaknya kayu yang sudah lapuk. Setelah ambruk memang hujan deras sampai sore," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Klaten, Titin Windiyarsih ambruknya atap sudah dilaporkan Pokja. Rencananya akan diusulkan rehab ke pemerintah pusat.

"Sudah lewat Pokja. Ini sudah kami buat proposal ke kementerian untuk dapat revitalisasi, mohon doanya," jelas Titin saat diminta konfirmasi detikJateng.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads