Genangan air di jalur hilir di KM 32+7/8, Kabupaten Grobogan, yang terjadi sejak dini hari tadi berangsur surut. Jalur kereta sudah mulai bisa dilalui dan jadwal KA kembali normal.
"PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang menginformasikan bahwa genangan air yang sebelumnya terjadi di jalur hilir KM 32+7/8 antara Stasiun Karangjati - Stasiun Gubug telah surut. Jalur tersebut pada jam 07.40 WIB dinyatakan aman dan dapat dilalui perjalanan KA dengan kecepatan terbatas," jelas Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/4/2026).
Luqman menerangkan, jalur tersebut dinyatakan aman dilalui setelah dilakukan evaluasi dan pemeriksaan. Petugas KAI juga melakukan berbagai penanganan intensif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas prasarana KAI Daop 4 Semarang juga melakukan berbagai upaya penanganan secara intensif, mulai dari pemantauan kondisi jalur, pembersihan sampah, pengukuran geometri rel hingga memastikan keselamatan perjalanan kereta api. Setelah melalui proses evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh, jalur dinyatakan aman," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan karena jalur hilir di KM 32+7/8, Kabupaten Grobogan tergenang air. PT KAI Daop 4 Semarang memberlakukan perjalanan KA satu jalur antara Stasiun Karangjati-Gubug.
"Menginformasikan bahwa perjalanan kereta api antara Stasiun Karangjati-Stasiun Gubug untuk sementara melewati satu jalur," jelas Manajer Humas PTKAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/4/2026).
"Hal tersebut dikarenakan jalur hilir di KM 32+7/8 terdapat genangan air setinggi 25 cm, demi keselamatan, jalur hilir dinyatakan tidak aman dilewati oleh perjalanan kereta api. Untuk sementara kereta api yang lewat lokasi tersebut melalui jalur hulu secara bergantian," lanjutnya.
Adapun pemberlakuan satu jalur tersebut mulai dilakukan sejak dini hari tadi pukul 01.45 WIB. Luqman menerangkan, petugas di lokasi melaporkan salah satu rel jalur ganda yaitu jalur hilir di KM 32+7/8 tidak aman dilalui lantaran tergenang air.
"Demi keselamatan perjalanan kereta api, maka semua KA lewat jalur hulu ketika lewat lokasi tersebut," imbuhnya.
Luqman menerangkan, pihaknya terus memantau lokasi secara intensif dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Hal itu dilakukan guna memastikan kondisi jalur dapat kembali aman dan perjalanan KA dapat berlangsung normal.
Adapun dampak dari pemberlakuan satu jalur tersebut, Luqman mengatakan, terdapat 8 KA terganggu perjalanannya hingga 10-15 menit.
"Dampak dari pemberlakuan KA lewat satu jalur tersebut, sampai jam 05,00 ada 8 KA yang terganggu perjalanannya selama 10-15 menit karena harus bergantian.
"KAI Daop 4 Semarang menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan kereta api atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan perjalanan ini," lanjutnya.
Saat diminta konfirmasi detikJateng, Luqman menyatakan, pemberlakuan satu jalur dilakukan hingga jalur dinyatakan aman. Hingga pukul 06.26 WIB pemberlakuan satu jalur masih berlangsung.
"(Apakah pemberlakuan satu jalur berlangsung hingga air surut?) Iya, sampe jalur hilir dinyatakan aman. (Hingga kini masih satu jalur) Pukul 06.26 masih," jelas Luqman melalui pesan singkat pagi ini.
"Keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama KAI. Untuk itu, kami melakukan pengaturan perjalanan kereta api di lokasi tersebut serta pengawasan intensif hingga jalur tersebut dinyatakan aman untuk dilewati perjalanan kereta api," tutup Luqman.
