Mayat Wanita Asal Grobogan Ditemukan di Persawahan Sragen

Mayat Wanita Asal Grobogan Ditemukan di Persawahan Sragen

Tara Wahyu NV - detikJateng
Rabu, 01 Apr 2026 15:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi mayat wanita. Foto: Dok.Detikcom
Sragen -

Viral mayat wanita ditemukan tergeletak di area persawahan milik warga di wilayah Kelurahan Bulakrejo-Blontongan, Kecamatan Sragen Kota, Kabupaten Sragen. Korban ditemukan dalam posisi tengkurap di dekat sepeda motornya.

Mayat wanita itu ditemukan pada Selasa (31/3/2026) malam. Adapun video penemuan jenazah tersebut sempat diunggah oleh akun @infotainment_jateng.

Dalam video berdurasi 17 detik itu terlihat mayat tergeletak di sawah bersama motornya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudho, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan hasil identifikasi kepolisian, korban dengan inisial R (26) itu merupakan warga Dusun Jimbar, Desa Ngrandu, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan.

ADVERTISEMENT

"Benar, terhadap korban juga sudah kita temukan identitasnya serta keluarganya. Kita sudah melakukan profiling," kata Catur kepada awak media, Rabu (1/4/2026).

Catur mengatakan setelah mendapat laporan adanya jenazah di area persawahan, pihaknya langsung melakukan olah TKP. Pihaknya kembali melakukan pendalaman di lokasi kejadian pada hari ini guna mencari petunjuk tambahan yang mungkin terlewat karena keterbatasan cahaya saat malam hari.

"Hari ini kita melakukan pendalaman karena olah TKP tadi malam tentunya ada keterbatasan kondisi malam hari. Dengan pendalaman ini kita harapkan ada petunjuk-petunjuk yang kita dapatkan," ungkapnya.

Dia menyebut peristiwa ini pertama kali diketahui oleh dua orang saksi, Dedi Saputro dan Aris Priyanto yang saat itu sedang mencari belut (nyuluh) di area persawahan. Mereka terkejut melihat sesosok mayat perempuan dan sepeda motor Honda Vario putih bernomor polisi K 6906 GJ yang tergeletak di jalan persawahan.

"Saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Kepala Desa Tangkil, Suyono, yang diteruskan ke Polsek Sragen Kota. Tim Inafis Polres Sragen bersama unit medis segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP," terangnya.

Terkait tanda-tanda kekerasan, pihaknya masih enggan berbicara gamblang. Namun, polisi menekankan mereka bekerja dengan asas presumption of guilty atau praduga bersalah untuk mengantisipasi segala kemungkinan tindak pidana.

"Kita di lapangan manakala menemukan sebuah peristiwa gini harus ada suatu asas presumption of guilty. Semua kemungkinan pidana itu bisa saja terjadi. Nah itulah kita harus selalu curiga. Kecurigaan itu harus beralasan, dibalut dengan keprofesionalan kami dengan cara mengumpulkan bahan keterangan dan alat bukti," tegasnya.

Dirinya mengklaim telah mengantongi sejumlah kemajuan dari hasil penyelidikan sementara. Hasil akhir serta kesimpulan dari rentetan penyelidikan ini akan disampaikan setelah seluruh data dan bukti terkumpul secara lengkap.

"Untuk sementara karena ini hasil penyelidikan belum bisa kita ungkap ya barang bukti yang kita dapatkan. Tapi pada prinsipnya kami ada kemajuan dari hasil penyelidikan ini untuk kemudian nanti kita tentukan timing yang tepat untuk kita simpulkan hasil penyelidikan," pungkasnya.




(par/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads