Mahasiswi Unissula Korban Pelecehan Kader HMI Masih Trauma

Mahasiswi Unissula Korban Pelecehan Kader HMI Masih Trauma

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Selasa, 31 Mar 2026 19:44 WIB
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Unissula menyebut korban dugaan pelecehan masih mengalami trauma.
Ilustrasi pelecehan. Foto: Edi Wahyono/detikcom
Semarang -

Seorang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh kader HMI seniornya yang juga alumnus kampus tersebut. Korban disebut masih mengalami trauma.

Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Korkom Unissula, Tegar Wijaya Muhkti, mengatakan korban menangis saat bertemu diduga pelaku.

"Kalau korban itu bertemu dengan pelaku itu masih ada trauma, masih ada memang. Kalau ketemu pelaku itu masih nangis dia," jelas Tegar saat dihubungi detikJateng, Selasa (31/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Tegar mengatakan, pihaknya telah memberikan pendampingan psikologis usai Lebaran 2026.

"Kita ada trauma healing dari Kohati. Ya, hari ketiga Lebaran itu kita ajak trauma healing ke korban," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Diberitakan sebelumnya, seorang kader HMI Unissula dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual kepada seorang mahasiswi aktif yang merupakan juniornya. Terduga pelaku berinisial LT yang merupakan alumnus Unissula telah dilaporkan ke Polda Jateng.

Ketua Umum HMI Korkom Sultan Agung, Aldi Maulana, membenarkan adanya peristiwa itu. Ia menyebut, peristiwa terjadi 16 Maret 2026 lalu.

"Terduga pelaku inisial LT, alumni Unissula dan juga kader HMI Sultan Agung, tetapi sekarang aktif berkiprah di LTMI PB HMI. Untuk korban sendiri sekarang masih mahasiswa aktif Unissula dan kader HMI Unissula," kata Aldi saat dihubungi detikJateng, Rabu (25/3).

Adapun, berdasarkan kronologi yang ditulis korban, korban mengaku peristiwa bermula saat dirinya dihubungi oleh LT yang merupakan seniornya. Korban kemudian dijemput pada malam hari di sekitar kos di Kota Semarang.

Setibanya di kos korban, terduga pelaku disebut sempat masuk hingga ke dalam area kos dengan alasan berteduh karena hujan deras. Meski korban telah menyampaikan bahwa kos tersebut khusus perempuan, terduga tetap masuk hingga ke ruang tamu lantai dua.

"Pada saat di ruang tamu, korban masuk ke kamar untuk mengambil HP, setelah itu keluar lagi ke ruang tamu. Dan pada saat itu pelaku baru menutup pintu kamar dan menarik tangan korban secara paksa untuk masuk kamar," jelasnya.

Di dalam kamar, terduga pelaku diduga melakukan kekerasan seksual kepada korban yang masih mengenakan pakaian lengkap. Korban melawan.

"Korban mengancam dengan ingin berteriak dan pelaku mengurungkan niatnya lagi," tuturnya.




(apl/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads