12 Cara Menghilangkan Bau Kencing Kucing di Rumah, Bisa Cuma Pakai Cuka!

12 Cara Menghilangkan Bau Kencing Kucing di Rumah, Bisa Cuma Pakai Cuka!

Redella Reffa Herdianti - detikJateng
Selasa, 31 Mar 2026 16:13 WIB
Kucing di rumah
Kucing di Rumah (Foto: Raymond Yeung/Unsplash)
Solo -

Kucing adalah salah satu hewan peliharaan favorit karena sifatnya yang lucu dan menggemaskan. Di balik tingkahnya yang bikin gemas, ada satu masalah yang sering memusingkan, yakni bau kencing kucing yang menyengat dan kadang sulit dihilangkan.

Bagi para catlovers, terutama yang memelihara kucing full indoor, problem ini biasanya semakin terasa karena kucing mengandalkan litter box sebagai tempat buang air. Jika tidak dibersihkan secara rutin, maka aromanya bisa cepat menyebar dan mengganggu kenyamanan di rumah.

Apa solusinya? Berikut detikJateng rangkumkan berbagai cara yang bisa detikers coba untuk menghilangkan bau kencing kucing di rumah dari laman Pet Hepper Resources, Catster, dan The Vet Desk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

12 Cara Menghilangkan Bau Kencing Kucing di Rumah

1. Buka Ventilasi Rumah

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah membiarkan udara mengalir bebas dengan membuka pintu dan jendela rumah. Langkah ini bukan hanya membantu menghilangkan bau kencing kucing, tetapi juga mencegah udara kotor terperangkap di dalam rumah.

ADVERTISEMENT

Selain itu, sirkulasi udara yang baik tentu lebih sehat bagi para penghuni rumah. Tidak perlu lama, cukup buka selama sekitar 10 menit saja sudah sangat membantu mengurangi bau yang mengganggu.

2. Gunakan Senter UV Noda untuk Menemukan Noda Pipis yang Tersembunyi

Kadang kita bisa mencium bau pipis kucing, tetapi sulit sekali menebak asalnya dari mana karena tercium dari segala arah. Kalau kamu mengalami hal ini, senter UV bisa jadi alat bantu yang efektif buat menemukan noda pipis yang nggak kelihatan.

Senter UV atau blacklight ini gampang ditemukan di berbagai e-commerce. Cukup matikan lampu, bikin ruangan gelap, lalu arahkan cahaya UV ke seluruh sudut. Biasanya noda pipis akan terlihat seperti bercak kuning terang atau hijau neon, terutama di bagian bawah dinding atau furnitur. Kalau sudah ketemu, tandai saja bagian itu supaya kamu tahu area mana yang harus dibersihkan sampai tuntas.

3. Bersihkan Setiap Sudut dengan Vacuum Cleaner

Vacuum cleaner bukan hanya membantu mengurangi bau, tapi juga efektif mengangkat bulu kucing yang menempel di karpet, sofa, atau lantai. Idealnya, bersihkan rumah setidaknya 2 kali seminggu supaya bulu dan debunya tidak menumpuk.

Jangan lupa juga untuk mengosongkan penampung debu vacuum cleaner setelah dipakai, ya, biar hisapannya tetap maksimal dan tidak memicu bau baru.

4. Cuci Seprai dan Perlengkapan Kucing

Apa pun yang bisa dimasukkan ke mesin cuci akan sangat membantu menjaga rumah tetap segar dan bebas bau. Mulai dari sarung bantal, sprei, tempat tidur kucing, selimut, hingga mainannya. Pastikan juga semua barang tersebut aman untuk dicuci.

5. Ganti Pasir Kucing Secara Rutin

Untuk mencegah bau tidak sedap, pastikan untuk mengganti dan membersihkan kotak pasir kucing secara teratur. Gunakan pasir gumpal, sebaiknya yang tanpa parfum, dan buang kotoran serta gumpalan urin setiap hari. Kemudian, seminggu sekali (atau lebih sering jika digunakan oleh lebih dari satu kucing), kosongkan kotak pasir dan bersihkan dengan sabun cuci piring yang lembut.

6. Taburkan Baking Soda Pada Area yang Terkena Kencing Kucing

Taburkan satu sendok baking soda pada area yang terkena, atau tambahkan satu sendok penuh pada pakaian atau kain lain yang masih berbau urine kucing. Untuk bau yang membandel, kamu bisa menyemprotkan sedikit air di atas baking soda agar lebih efektif menyerap bau pada furnitur atau karpet. Natrium bikarbonat (bahan utama baking soda) sangat ampuh untuk menetralkan dan menyerap bau urine kucing yang kuat.

7. Gunakan Cuka dan Air

Buat larutan dengan mencampurkan 50% cuka putih dan 50% air di dalam botol semprot. Keasaman cuka akan membantu menetralkan amonia dari urine kucing. Semprotkan larutan ini ke semua area yang masih berbau urine, lalu diamkan selama 30 menit agar baunya benar-benar hilang.

Setelah itu, serap sisa cairannya dengan tisu. Jika baunya masih terasa, semprot ulang dan biarkan mengering semalaman. Perlu diingat, bagi sebagian orang bau cuka bisa kurang nyaman dan kadang membuat bau urine terasa lebih kuat.

8. Gunakan Pembersih Enzimatik

Pembersih enzimatik sangat efektif untuk menetralkan bau yang sudah meresap, terutama pada kain. Enzim di dalamnya bekerja dengan memecah asam dalam urine kucing, sehingga membantu menghilangkan bau amonia yang khas.

9. Pakai Essential Oil

Essential oil bisa membantu mengurangi bau tidak sedap dari kucing, tapi hanya sampai batas tertentu. Beberapa tetes lavender atau lemon dapat membuat rumah terasa lebih wangi selama beberapa jam. Namun, jangan berharap hasil instan jika kamu belum mengganti pasir kucing atau membersihkan sisa urine yang masih menempel di karpet.

10. Coba Hidrogen Peroksida untuk Pembersihan Mendalam

Untuk bau urine kucing yang lebih membandel, hidrogen peroksida bisa menjadi solusi efektif. Bahan ini ampuh untuk pembersihan menyeluruh sekaligus mengurai noda yang sulit hilang. Cara kerjanya adalah dengan mengoksidasi urine, sehingga membantu menetralkan baunya.

Untuk membuat larutan pembersih, campurkan:

  • 1 cangkir hidrogen peroksida (larutan 3%)
  • 1 sendok makan baking soda
  • Beberapa tetes sabun cuci piring

Oleskan campuran ini langsung ke area yang terkena noda dan biarkan selama 10-15 menit sebelum menyerap sisa cairannya dengan kain. Pastikan untuk menguji dulu di bagian kecil yang tersembunyi agar kain atau karpet tidak memudar.

Tetap hati-hati saat menggunakan hidrogen peroksida, ya. Bahan ini bisa menyebabkan iritasi atau sensasi seperti luka bakar pada kulit sensitif. Gunakan sarung tangan dan hindari kontak langsung terlalu lama dengan kulit.

11. Manfaatkan Kombo Cuka Apel dan Baking Soda

Cuka apel sangat efektif menghilangkan bau urine kucing pada linen dan pakaian, terutama jika dicampur dengan deterjen berbasis enzim saat mencuci. Bahan ini lembut, mudah ditemukan karena merupakan salah satu bahan membuat kue, dan tidak meninggalkan bau menyengat seperti cuka putih.

Cuka apel juga bisa dipadukan dengan baking soda untuk menetralkan bau urine lama yang membandel. Kamu bisa menyemprotkan larutan cuka apel, baking soda, dan air ke area yang terkena.

Formula ini cukup lembut untuk dinding dan furnitur tanpa merusak kain atau cat. Namun, perlu diingat, bagi sebagian orang, cuka apel kadang justru membuat bau pipis tercium lebih kuat.

12. Pakai Mouthwash dan Air

Mouthwash berbahan alkohol apa pun bisa digunakan untuk metode ini. Gunakan botol semprot bekas, lalu campurkan dua bagian air dengan satu bagian mouthwash. Semprotkan beberapa kali ke area yang terkena, dan biarkan selama 1-2 jam.

Cara ini tidak hanya membantu menghilangkan bau urine kucing yang membandel, tapi juga meninggalkan aroma segar. Untuk hasil lebih maksimal, tambahkan 2 sendok teh baking soda ke dalam campuran.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa detikers coba untuk menghilangkan bau kencing kucing di rumah. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Redella Reffa Herdianti peserta Program PRIMA Magang Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)




(num/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads