Hilang 3 Hari, Bocah Karanganyar Ditemukan Tewas di Irigasi Kebakkramat

Hilang 3 Hari, Bocah Karanganyar Ditemukan Tewas di Irigasi Kebakkramat

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Selasa, 31 Mar 2026 14:21 WIB
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban hilang tenggelam, di Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Selasa (31/3/2026).
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban hilang tenggelam, di Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Selasa (31/3/2026). Foto: Dok. Basarnas Solo.
Karanganyar -

Bocah laki-laki berinisial FKN (8), warga Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar ditemukan tewas di saluran irigasi Dam Colo, Kebakkramat. Korban sebelumnya dilaporkan hilang hingga dilakukan pencarian selama 3 hari.

Humas Basarnas Solo, Aditya, mengatakan korban diketahui tidak berada di rumah oleh sang nenek pada Minggu (29/3) sekira pukul 02.00 WIB.

"Dari keterangan saksi, sekira pukul 02.30 WIB survivor bermain air dan tanah di perempatan desa. Kemudian terlihat dari CCTV, survivor berjalan mengarah ke arah timur ke arah sungai dengan jarak dari desa sampai ke sungai sekitar 280 meter," kata Aditya saat dihubungi awak media, Selasa (31/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengetahui korban hilang, warga kemudian melakukan pencarian namun belum membuahkan hasil. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada kepala desa setempat, dan diteruskan ke pihak berwajib.

ADVERTISEMENT

Operasi SAR dengan fokus pencairan di aliran air di sekitar desa dan aliran Dam Colo dibuka pada Senin (30/3). Sebanyak 6 SRU dikerahkan untuk menyisir pintu air Dukuh Tasgunting hingga saringan air Ngaru-aru Macanan. Kemudian di saringan air Kaliondo dan Malangsari.

"Hasil operasi di hari pertama masih nihil. Operasi dihentikan sementara dan dilanjutkan hari Selasa pukul 07.00 WIB," ucapnya.

Pada pencarian hari ini, sebanyak empat SRU dikerahkan untuk mencari korban. SRU 1 difokuskan mencari di area desa dan persawahan. SRU 2 melakukan pencarian sepanjang Aliran Irigasi Colo Timur, SRU 3 melakukan pembongkaran tumpukan sampah di Siphon Ngaru-aru, Siphon Kaliondo, Siphon Malangsari dan Siphon Gedangan, dan SRU 4 menyisir sungai selatan desa hingga jembatan rel KA.

"Pukul 12.17 WIB survivor ditemukan di Siphon Malangsari dengan koordinat 7Β°30'54.45"S 110Β°55'58.15"T dengan jarak 3,1 kilometer dari titik terakhir korban terlihat. Korban dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia pukul 12.25 WIB," jelasnya.

Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Karanganyar. Dengan sudah ditemukannya korban, maka operasi SAR resmi ditutup.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads