SPPG di Semarang Berkali-kali Dikomplain Sebelum Viral Disidak BGN

SPPG di Semarang Berkali-kali Dikomplain Sebelum Viral Disidak BGN

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Senin, 30 Mar 2026 16:03 WIB
SPPG Lempongsari yang berhenti beroperasional sementara usai disidak, di Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (30/3/2026).
SPPG Lempongsari yang berhenti beroperasional sementara usai disidak, di Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (30/3/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

SPPG Lempongsari ditutup usai sidak imbas laporan buah busuk dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu. Lurah setempat mengaku beberapa kali dapat komplain soal menu yang disajikan SPPG tersebut.

Lurah Lempongsari, Tin Subekti, menyebut, awal puasa lalu salah satu kader Posyandu di wilayahnya menemukan adanya pisang busuk dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan SPPG Lempongsari.

Tak hanya itu, Tin mengaku mendapat beberapa komplain bahwa menu yang disajikan SPPG Lempongsari kurang layak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari kader kita memang menemukan buah yang tidak layak untuk dikonsumsi, akhirnya melayangkan surat ke SPPG," kata Tin di Kantor Kelurahan Lempongsari, Senin (30/3/2026).

"Memang kita menerima komplainan dari guru, posyandu, tapi setiap kali guru ada komplainan, pasti akan kita teruskan ke SPPG. Cuma kemarin mungkin pas apes," tuturnya.

ADVERTISEMENT
Lurah Lempongsari, Tin Subekti di Kantor Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (30/3/2026).Lurah Lempongsari, Tin Subekti di Kantor Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (30/3/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Komplain itu disebut sudah disampaikan kepada SPPG agar pihak SPPG melakukan perbaikan. Pihaknya baru melaporkan agar SPPG ditutup saat ada temuan pisang kurang layak.

"Tanggung jawab kita sebagai orang tua, kader, di bawah kita kan ada anak-anak, balita, bumil, busui, nutrisinya benar-benar harus diperhatikan. Kalau kurang layak kita sampaikan. Itu ditemukan awal puasa. Pisangnya busuk," lanjutnya.

Tin menyebut SPPG baru meminta mediasi hari ini, usai SPPG ditutup. Sehingga ia pun memfasilitasi mediasi hari ini.

"Intinya dari pihak SPPG itu berharap ada pencabutan dari pihak yang komplain kemarin, sudah (mediasi) tadi. Jadi, dari pihak yang komplain kemarin intinya akan menarik surat tersebut tapi dengan beberapa catatan," ujarnya.

"Tadi sudah ada catatan yang mau dituangkan ke dalam surat kesepakatan, sebagai klarifikasi, tindaklanjut dari surat pencabutan," sambungnya.

Dalam mediasi hari itu, kata Tin, pihaknya meminta ada evaluasi terhadap kondisi dapur, kemasan MBG, hingga distribusi MBG yang dinilai bisa menyebabkan makanan busuk.

"Dari kader sendiri ingin tahu barang itu langsung disampaikan apa nggak, itu kan kita butuh keterangan dari mereka (SPPG). Karena kita tidak mungkin mengawasi setiap hari," ujarnya.

"Tadi dari kader kesepakatannya setiap kali barang datang, langsung didistribusikan. Barang seperti itu kemungkinan busuk karena ditumpuk-tumpuk kan juga bisa. Terus kondisi boksnya itu kan sumuk (panas), banyak faktor," tambahnya.

Sementara itu, pihak SPPG tak berkenan melakukan wawancara saat ditanya awak media. Koordinator SPPG meminta agar wartawan bersurat ke SPPG.

"Saya relawan, nggak tahu ini. Nanti sama yang berwenang saja. (Yang berwenang dari SPPG siapa?) Kurang tahu, saya relawannya," kata salah satu relawan SPPG Lempongsari yang tak mau disebut namanya usai mediasi.

Pantauan detikJateng di SPPG Lempongsari, SPPG tersebut pun tutup hari ini. Tak ada aktivitas terlihat di dalam SPPG Lempongsari. Hanya ada beberapa kendaraan terparkir di halamannya.

Viral SPPG Disidak Usai Temuan Menu Busuk

Diberitakan sebelumnya, SPPG Lempongsari telah ditutup usai adanya inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gajahmungkur Lempongsari, Kota Semarang.

Video sidak itu viral usai diunggah akun Instagram @sidakbgn. Tampak petugas BGN melakukan sidak di dapur SPPG yang berlokasi di Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, yang saat itu dalam kondisi becek dan berantakan.

Dalam video terlihat selada dalam kondisi busuk dan menghitam. Tumpukan apel dan jeruk busuk juga terlihat menumpuk di dapur yang berisi banyak tumpukan kardus.

"Berbagai temuan sidak SPPG di Kota Semarang menunjukkan kondisi dapur sangat tidak layak. Dapur sangat sempit dan alur sangat berantakan," tulis akun @sidakbgn, dilihat detikJateng, Senin (30/3/2026).

Akun itu menuliskan, kondisi SPPG diperparah dengan rendahnya tingkat kebersihan dan higienitas. Atap, dinding, dan lantai disebut sangat kotor bahkan hingga berjamur atau berkerak. Bahkan, relawan tidak menggunakan masker atau APD lainnya.

"Grease trap sangat kotor dan tidak memiliki PAL. Dalam sidak juga ditemukan banyak bahan makanan yang dibiarkan tersimpan lama dalam chiller maupun freezer hingga membusuk," tuturnya.

Saat dimintai konfirmasi, Sekretaris Tim Percepatan MBG Jateng, Hanung Triyono membenarkan adanya hal tersebut. Ia mengatakan, sidak itu dilakukan 11 Maret lalu dan SPPG tersebut sudah ditutup sementara.

"Sidak tanggal 11 Maret 2026. Berdasarkan surat keputusan Dir Tauwas no 952/D.Tauwas/03/2026 perihal Pemberhentian Opsnal Sementara, SPPG tersebut telah dihentikan operasional sementara, sampai di perbaiki dalam waktu 1-2 minggu sejak diterbitkan suratnya," kata Hanung melalui pesan singkat kepada detikJateng.

Halaman 2 dari 2
(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads